3 Anak di Bawah Umur jadi Badut Jalanan Terjaring Satpol PP Nunukan, Update Nasibnya Kini
Amiruddin September 07, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Terdapat tiga anak di bawah umur yang jadi badut jalanan terjaring patroli Satpol PP Nunukan, bergini update nasibnya kini.

Aktivitas tiga anak yang menjadi badut jalanan pada malam hari di kawasan Jalan Lingkar, Nunukan Selatan, menjadi perhatian Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Nunukan, Kalimantan Utara.

Ketiganya ditemukan petugas saat melakukan patroli rutin pada Sabtu (5/9/2026) malam.

Bukan langsung ditindak dengan pendekatan penertiban, petugas memilih mendata dan memberikan pembinaan kepada ketiga anak tersebut.

Mereka kemudian diminta pulang ke rumah masing-masing, agar kembali berada dalam pengawasan orang tua.

Dari hasil pendataan, petugas menemukan fakta yang cukup memprihatinkan.

Baca juga: Respons Laporan Warga, Satpol PP Nunukan Bantu Temukan Keluarga ODGJ, Kedepankan Kemanusiaan

Salah satu anak diketahui baru berusia 13 tahun.

Tak hanya itu, terdapat anak yang diketahui tidak sedang bersekolah.

Bahkan, salah satu di antaranya mengaku belum pernah mengikuti pendidikan formal.

Temuan tersebut membuat persoalan badut jalanan tidak lagi sekadar menyangkut aktivitas di ruang publik.

Ada persoalan keselamatan anak, pengawasan keluarga, hingga hak mereka untuk mendapatkan pendidikan.

Kepala Satpol PP Nunukan, Mesak Adianto, mengatakan pihaknya sengaja mengedepankan pembinaan, karena ketiga anak yang ditemukan masih di bawah umur.

“Ketiga anak yang kami temukan masih di bawah umur, bahkan salah satunya baru berusia 13 tahun.

Karena itu, kami tidak hanya melihat dari sisi ketertiban, tetapi juga keselamatan mereka.

Kami berikan pembinaan dan meminta mereka untuk pulang ke rumah,” ujar Mesak, Senin (7/9/2026).

Petugas juga mengamankan atribut badut yang digunakan anak-anak tersebut.

Namun, atribut itu tidak serta-merta dikembalikan.

Orang tua masing-masing anak diminta datang ke Mako Satpol PP untuk mengambilnya.

Menurut Mesak, langkah tersebut sekaligus menjadi cara agar orang tua mengetahui aktivitas anak mereka ketika berada di luar rumah.

“Atribut badut yang digunakan kami amankan, dan untuk mengambilnya kembali, harus datang ke Mako Satpol PP dengan membawa orang tua masing-masing.

Ini agar orang tua mengetahui aktivitas anaknya,” jelasnya.

Baca juga: Satpol PP Nunukan Tanam Pohon Pelindung, Ajak Warga Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Indonesia Asri

Mesak mengingatkan orang tua agar tidak menganggap keberadaan anak di luar rumah sebagai hal sepele, terlebih jika dilakukan hingga malam hari.

Ia berharap pengawasan keluarga diperkuat, sehingga anak-anak tidak menghabiskan waktu di jalan, tanpa sepengetahuan orang tua.

“Kami berharap orang tua lebih memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anaknya.

Jangan sampai anak berada di jalan pada malam hari tanpa diketahui orang tua.

Ini bukan hanya persoalan ketertiban, tetapi juga menyangkut keselamatan dan masa depan anak,” tegasnya.

Satpol PP Nunukan memastikan patroli di sejumlah ruang publik akan terus dilakukan.

Pengawasan tersebut bukan semata-mata untuk menertibkan aktivitas masyarakat, tetapi juga untuk memastikan ruang publik tetap aman, khususnya bagi anak-anak.

 

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.