Drone Termal Ungkap Api Tersembunyi di Blok B TPA Putri Cempo Solo
Putradi Pamungkas September 07, 2026 04:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kebakaran di Blok B TPA Putri Cempo Solo, Jawa Tengah sulit dipadamkan karena api ternyata menjalar secara masif di balik gunungan sampah dan tidak terlihat jelas dari permukaan. 

Kondisi tersebut diketahui setelah tim melakukan pemeriksaan menggunakan drone termal pada hari keenam proses pemadaman, Senin (7/9/2026).

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto mengatakan, hasil pemeriksaan drone termal menunjukkan hampir seluruh bagian Blok B masih menyimpan kobaran api.

Api Masih Membara di Balik Gunungan Sampah

Kondisi itu membuat petugas kesulitan membagi area pemadaman menjadi sejumlah sektor atau sekat.

Tim pun harus memaksimalkan penggunaan alat berat untuk membuka dan menangani tumpukan sampah sebelum dilanjutkan dengan proses pemadaman.

"Hari sampai hari ke-6 ini kita akan fokuskan ke blok B, bravo. Karena bravo ini terlihat secara termal maupun visual hampir seluruhnya, jadi kita tidak bisa membagi sekat-sekat ataupun sektor-sektor. Sehingga memaksimalkan upaya pemadaman dasar-dasar melalui alat berat disusuli dengan upaya pemadaman. Kita upayakan melipatgandakan sumber daya yang ada baik personel maupun alat," ungkap Agus.

KOORDINASI - Petugas berkoordinasi di TPA Putri Cempo Solo, Senin (7/9/2026). Kondisi blok-blok TPA Putri Cempo yang sempat diamuk si Jago Merah memang sudah cukup berkurang baik dari titik apinya maupun asap yang keluar dari gunungan sampah tersebut.
KOORDINASI - Petugas berkoordinasi di TPA Putri Cempo Solo, Senin (7/9/2026). Kondisi blok-blok TPA Putri Cempo yang sempat diamuk si Jago Merah memang sudah cukup berkurang baik dari titik apinya maupun asap yang keluar dari gunungan sampah tersebut. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Blok B Sulit Dibagi Menjadi Sektor Pemadaman

Menurut Agus, kondisi di Blok B menjadi perhatian karena titik api ditemukan hampir di seluruh bagian blok tersebut.

Tidak adanya bagian yang dapat dijadikan akses masuk dari sisi tertentu membuat strategi pemadaman harus dilakukan secara maksimal.

"Karena hampir semuanya di B ini menyeluruh dilihat dari drone termal itu hampir semuanya, jadi tidak ada satu segmen apapun yang bisa kita masuk dari sisi manapun sehingga ini yang perlu perhatian," lanjutnya.

Api Menyebar di Bagian Dalam Tumpukan Sampah

Agus menjelaskan, karakter kebakaran di TPA Putri Cempo juga berbeda dibandingkan dengan sejumlah kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA) yang pernah ditangani sebelumnya.

Pada awalnya, petugas memperkirakan area kebakaran dapat dibagi menjadi beberapa sektor sehingga tim bisa melakukan pemadaman dari berbagai arah.

Namun, hasil pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi panas menunjukkan api justru telah menjalar ke bagian dalam gunungan sampah.

"Kami memang menangani di beberapa kebakaran tempat sampah TPA, ini memang agak unik. Awalnya kami mengira bisa kita bagi per sektor, masuk timnya itu bisa dari berbagai arah sehingga kita bisa bagi tim. Ternyata sudah langsung satu blok bravo ini secara masif satu blok itu yang terbakar walaupun memang di atas tidak terlihat secara jelas tapi di bawah itu terjadi secara termal," urai Agus.

Baca juga: Hari Keenam Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, Blok B Masih Membara

Kondisi Kebakaran Mulai Berkurang

Memasuki hari keenam, kondisi kebakaran di sejumlah blok TPA Putri Cempo memang mulai mengalami penurunan.

Titik api dan kepulan asap yang sebelumnya terlihat dari gunungan sampah juga disebut sudah berkurang.

Meski demikian, Blok B masih menjadi titik yang membutuhkan perhatian khusus karena api di bagian dalam tumpukan sampah masih terdeteksi.

BNPB Fokuskan Sumber Daya ke Blok B

Untuk menangani kondisi tersebut, BNPB akan memusatkan sumber daya ke Blok B, termasuk kemungkinan menambah jumlah personel dan peralatan pemadam apabila diperlukan.

Pemadaman dilakukan dengan memaksimalkan penggunaan alat berat untuk menangani tumpukan sampah yang menjadi lokasi api.

Langkah tersebut dilakukan karena kondisi api yang berada di bagian dalam membuat pemadaman dari permukaan tidak cukup untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.

Modifikasi Cuaca Masih Dievaluasi

Selain pemadaman menggunakan alat berat, pemerintah juga tengah mengevaluasi opsi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan kebakaran.

Agus mengatakan, modifikasi cuaca berpeluang dilakukan pada Selasa hingga Jumat, 8-11 September 2026.

Namun, pelaksanaannya masih menunggu hasil evaluasi serta rekomendasi dari BMKG.

"(Modifikasi cuaca) kemungkinan tanggal 8 sampai 11. Tapi itu nanti masih evaluasi tentu berasal rekomendasi BMKG. Ini coba kami sampaikan ke pimpinan atas untuk bisa di aprove terkait dengan hal itu," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.