Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Video viral dua remaja yang diduga terlibat tawuran menggunakan celurit di Jalan Nasional Boyolali-Semarang, Kecamatan Ampel, Boyolali, Jawa Tengah membuat Polres Boyolali mengambil langkah pencegahan dengan menggandeng dunia pendidikan.
Polisi berencana mengumpulkan seluruh kepala sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Boyolali untuk membahas pencegahan aksi kekerasan di kalangan pelajar.
Langkah tersebut dilakukan setelah video aksi perkelahian dua remaja menggunakan senjata tajam jenis celurit panjang beredar luas di media sosial.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Kami akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan merapatkan seluruh kepala sekolah di Kabupaten Boyolali untuk mengimbau para pelajar agar mengantisipasi aksi-aksi semacam ini," jelasnya.
Menurut Indra, keterlibatan pihak sekolah penting dalam melakukan pencegahan sekaligus memberikan pembinaan kepada siswa.
Pihak sekolah juga diharapkan berperan aktif dalam memberikan tindakan terhadap siswa yang terlibat tindak pidana maupun kegiatan negatif lainnya.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah aksi kekerasan di kalangan pelajar.
Sementara itu, polisi sebelumnya telah mengamankan dua pelajar yang diduga terlibat dalam aksi perkelahian tersebut.
Selain mengamankan kedua pelajar, polisi juga menyita barang bukti berupa celurit panjang yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.
"Alhamdulillah, dari jajaran Polres Boyolali sudah mengamankan kedua pelajar tersebut beserta barang bukti celurit panjang yang dipergunakan saat perkelahian," ujar Indra.
Baca juga: Penerbangan Solo-Jakarta Batal Akibat Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Kecewa Telat Dapat Info
Pengamanan dilakukan setelah polisi menindaklanjuti rekaman video aksi perkelahian yang beredar luas di media sosial.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif serta rangkaian kejadian tersebut.
Indra mengatakan pihaknya juga akan menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan, kepala sekolah, serta elemen yang mengampu dunia pendidikan dalam upaya pencegahan dini.
"Kami juga akan menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan, kepala sekolah, serta elemen yang mengampu dunia pendidikan agar bisa bersama-sama melakukan pencegahan dini," pungkasnya. (*)