Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan masyarakat di Bengkulu Selatan.
Debu mulai ditemukan di lingkungan tempat tinggal warga hingga menempel pada kendaraan yang diparkir pada malam hari.
Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajuddin mengatakan kondisi tersebut menunjukkan keberadaan debu yang dikaitkan dengan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sudah dirasakan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Kita sudah sama-sama merasakan, depan rumah banyak debu, mobil diparkir malam banyak debu. Jadi diupayakan memakai masker kalau keluar rumah, naik motor atau berjalan jauh,” ujar Rifai saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (7/9/2026).
Pantauan TribunBengkulu.com hingga Senin, penggunaan masker juga mulai terlihat di sejumlah tempat.
Sejumlah anak sekolah, guru, PNS, ASN, hingga masyarakat yang beraktivitas di luar rumah terlihat telah menggunakan masker.
Namun, belum semua warga menggunakan masker.
Masih terlihat masyarakat yang tidak mengenakan masker ketika berkendara maupun menjalankan aktivitas lain, seperti berbelanja dan berjualan.
Rifai pun mengimbau masyarakat menggunakan masker sebagai langkah antisipasi, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Masker Diutamakan Saat Beraktivitas di Luar Ruangan
Menurut Rifai, penggunaan masker lebih diutamakan bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan berpotensi terpapar abu vulkanik.
Imbauan tersebut juga berlaku ketika warga berkendara menggunakan sepeda motor maupun berjalan dalam jarak jauh.
Sementara ketika berada di dalam ruangan tertutup, masyarakat masih diperbolehkan tidak menggunakan masker.
“Kalau di dalam ruangan masih boleh tidak menggunakan masker,” ungkap Rifai.
Penggunaan masker dalam kondisi tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik, bukan seperti penggunaan masker pada masa pandemi Covid-19.
Rifai berharap masyarakat tetap waspada dan tidak mengabaikan keberadaan abu vulkanik yang mulai dirasakan di Bengkulu Selatan.
Masyarakat juga diimbau menyesuaikan aktivitas di luar ruangan dengan kondisi lingkungan serta menggunakan masker apabila diperlukan.
Dengan kewaspadaan dan langkah antisipasi tersebut, masyarakat diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman di tengah kondisi sebaran abu vulkanik.