Erupsi GAK Ganggu Penerbangan, 70 Penumpang Dialihkan ke Pelabuhan Bakauheni
taryono September 07, 2026 11:38 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sebanyak 70 penumpang yang sebelumnya hendak menggunakan pesawat dari Bandara Radin Inten II Lampung dialihkan menuju Pelabuhan Bakauheni untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Jawa melalui jalur penyeberangan. 

Baca juga: Polisi Ungkap Modus Sembunyikan Diduga Sabu dalam Bohlam LED, Dua Pria Ditangkap

Mobilisasi tersebut dilakukan setelah aktivitas penerbangan di Bandara Radin Inten II dihentikan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Lampung Bambang Sumbogo mengatakan, puluhan penumpang tersebut diberangkatkan menggunakan dua bus pada Minggu (6/9/2026). 

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dengan kapal dari Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

"Kemarin banyak penumpang yang tadinya mau naik pesawat dari Radin Inten, itu bisa kita mobilisasi ke Bakauheni. Kemarin seperti penumpang pesawat Hercules, ada 70 menggunakan dua bus sudah bisa menyeberang," kata Bambang saat menyampaikan laporan dalam konferensi pers bersama BPBD, Senin (7/9/2026) siang.

Pemerintah daerah kini menyiapkan skema serupa apabila jumlah penumpang yang terdampak kembali bertambah. 

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Lampung disebut siap mengerahkan armada tambahan untuk membawa penumpang dari kawasan Bandara Radin Inten II menuju Pelabuhan Bakauheni.

"Semua dalam posisi siap, Organda juga siap kalau harus memobilisasi nanti kendaraan-kendaraan ini ke Bakauheni untuk menyeberangkan. Kapal-kapal semua juga sudah disiapkan," ujar Bambang.

Menurut Bambang, arus penumpang di Pelabuhan Bakauheni pada Senin masih berlangsung normal. 

Peralihan sebagian penumpang dari pesawat ke moda darat dan laut belum menyebabkan lonjakan yang signifikan di kawasan pelabuhan.

"Untuk hari ini memang peningkatan secara umum di pelabuhan itu masih rata-rata saja, artinya tidak begitu signifikan. Banyak yang beralih menggunakan rombongan-rombongan menggunakan bus yang tadinya mau naik pesawat," jelasnya.

Ia memastikan lalu lintas kendaraan di sekitar Pelabuhan Bakauheni juga belum mengalami gangguan. Kondisi tersebut membuat jalur penyeberangan menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat yang tetap harus melakukan perjalanan ke Pulau Jawa di tengah terganggunya konektivitas udara.

"Tidak ada kemacetan, semuanya lancar, semuanya dapat pelayanan dengan bagus," kata Bambang.

Sementara itu, penghentian penerbangan di Radin Inten II masih berlanjut pada Senin. Bambang menjelaskan, keputusan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi di sekitar bandara Lampung, tetapi juga karena Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi tujuan utama penerbangan dari Lampung masih ditutup.

"Kenapa Radin Inten juga ditutup total? Karena backbone-nya rute penerbangan kita adalah ke Soekarno-Hatta. Sementara Soekarno-Hatta close total juga. Jadi backbone-nya ditutup, akhirnya kita juga tetap tutup," ujarnya.

Bambang menyebut Kementerian Perhubungan menutup aktivitas penerbangan di delapan bandara. Selain Soekarno-Hatta dan Radin Inten II, bandara yang terdampak yakni Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Kertajati, Pondok Cabe, Taufiq Kiemas, serta Bandar Udara Atung Bungsu.

"Dua bandara di Lampung yang di-close, yaitu Radin Inten dan Taufiq Kiemas," katanya.

Di luar jalur udara, Bambang memastikan layanan kereta api dan angkutan jalan masih beroperasi normal.

Pemerintah daerah juga terus memantau kebutuhan armada agar perpindahan penumpang tidak menimbulkan persoalan baru apabila penutupan penerbangan berlangsung lebih lama.

Dari sisi distribusi barang, arus logistik dari Lampung menuju Pulau Jawa juga masih berjalan melalui jalur penyeberangan. 

Bambang mengatakan koordinasi telah dilakukan dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk memastikan pelayanan angkutan barang tetap tersedia.

"Tadi barusan saya kontak juga ke BPTJ, untuk menyeberangkan logistik. Di BPTJ normal dan siap untuk terus melayani logistik dari Lampung ke Jawa," pungkas Bambang.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.