Siswi SMK Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Alami Hilang Ingatan dan Sulit Bicara
Dian Anditya Mutiara September 08, 2026 02:34 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Kondisi Febiona Br Purba, siswi SMK Bersama Berastagi, Karo, yang diduga menjadi korban keracunan MBG, kian memburuk setelah lebih dari tiga minggu.

Siswi berusia 16 tahun itu kini mengalami gangguan ingatan hingga kesulitan berbicara dan masih harus menjalani pemeriksaan medis secara berkala.

Ibu Febiona, Elvinus Lusiana br Sitanggang, mengatakan penurunan daya ingat anaknya diketahui beberapa waktu setelah mengalami gangguan kesehatan.

Febiona bahkan disebut tidak lagi mengenali sejumlah kerabat dan teman yang datang menjenguknya.

"Lupa dia, misalnya bibinya kalau datang, ini siapa katanya. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu (gak ingat).

Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun gak kenal,” ujar Elvinus, Selasa (8/9/2026).

Baca juga: BGN Setop MBG di Jakarta hingga Lampung Imbas Abu Vulkanik

Selain gangguan ingatan, kondisi kesehatan Febiona belakangan juga mengalami masalah pada bagian lidah sehingga membuatnya semakin sulit berbicara.

"Karena lidahnya agak masuk, jadi makin susah ngomongnya," katanya.

Febiona Diperiksa di RSUP H Adam Malik

Elvinus mengatakan Febiona kembali harus dilarikan ke RSUP H Adam Malik Medan setelah sebelumnya menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Berastagi.

Setibanya di RSUP H Adam Malik, Febiona terlebih dahulu dibawa ke IGD sebelum menjalani pemeriksaan di Poli Psikiatri.

Ia kemudian diperiksa sejumlah dokter spesialis, di antaranya dokter spesialis gastro anak, neurologi anak, dan psikiatri.

Baca juga: PJJ Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, MBG Ratusan Ribu Siswa di Depok Dihentikan Sementara

Setelah mendapat sejumlah obat, Febiona kemudian diperbolehkan pulang ke kediamannya di Karo.

Hingga kini, Febiona menjadi salah satu siswa yang masih menjalani perawatan medis secara rawat jalan.

Awal Mula Febiona Mengalami Gangguan Kesehatan

Febiona mengalami gangguan kesehatan pada Kamis (13/8/2026), setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Bersama Berastagi.

Saat itu, kondisi tubuh Febiona disebut dalam keadaan sehat sebelum berangkat ke sekolah.

Ia kemudian menyantap MBG dengan lauk ikan tongkol. Menurut Elvinus, Febiona sempat mengatakan rasa ikan tersebut pahit dan keras.

“Rasanya pahit dan keras, katanya. Tapi pikirnya kek gitu rasanya. Makan aja dia karena udah lapar,” kata Elvinus.

Setelah makan, Febiona mulai merasa pusing. Namun, ia masih berusaha mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Febiona sendiri dikenal sebagai siswi berprestasi. Ia disebut menjadi juara satu di kelas dan aktif dalam kegiatan sekolah sebagai wakil ketua OSIS.

Baca juga: Kasus Keracunan MBG, Anies Murka: Di Mana Batas Toleransi Nyawa Anak Kita?!

Sempat Tidak Sadarkan Diri dan Mengalami Kejang

Sepulang dari sekolah, kondisi Febiona semakin memburuk. Ia mengalami pusing hebat dan badannya terasa gatal.

Febiona juga muntah setelah meminum susu Bear Brand. Kondisinya kemudian melemah hingga akhirnya Elvinus meminta bantuan tentara yang berada di depan rumah untuk membawa anaknya ke RSU Kabanjahe.

“Itu posisinya sudah gak sadar. Sesudah setengah jam di rumah sakit, baru sadar dia,” ujar Elvinus.

Febiona menjalani perawatan selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang.

Namun, kondisi tersebut kembali memburuk karena Febiona mengalami kejang. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Berastagi.

Dua hari kemudian, Febiona dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji dan menjalani perawatan selama sekitar satu minggu.

Setelah itu, Febiona menjalani rawat jalan dan beberapa kali kontrol ke RSUP H Adam Malik. Salah satu pertimbangannya adalah jarak yang cukup jauh menuju RSU Haji.

Pada Sabtu (5/9/2026), Febiona kembali mengalami kejang sehingga dibawa ke Rumah Sakit Amanda.

“Baru lah tadi pagi dibawa untuk kontrol kesehatan ke sini. Habis ini ke rumahlah. Besok ambil hasil dari dokter,” ungkap Elvinus.

Ibu Berharap Febiona Segera Pulih dan Kembali Sekolah

Elvinus berharap kondisi putrinya segera membaik sehingga dapat kembali bersekolah bersama teman-temannya.

Menurutnya, Febiona sudah ingin kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah seperti sebelumnya.

Namun, kondisi kesehatan Febiona membuat keluarga belum berani mengizinkannya kembali ke sekolah.

Elvinus juga berharap anaknya mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga tidak harus terus-menerus bolak-balik ke rumah sakit.

“Kami pun capek. Tolong dikasih obatnya yang tepat.

Dia selalu bilang mau sekolah. Tapi kayak mana mau kita kasih sekolah,” tuturnya. (*)

Sumber: TribunMedan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.