Enam Bulan Latihan Berbuah Emas, 21 Pelajar Jakarta Buktikan Kekuatan Kekompakan di Malaysia
Erik S September 08, 2026 02:36 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Bagi 21 pelajar asal Jakarta, bermain melodica bukan sekadar soal mampu memainkan nada dengan benar.

Selama enam bulan, mereka belajar mendengar satu sama lain, menjaga tempo, mengatasi kesalahan, dan tetap tenang ketika harus tampil di hadapan juri internasional.

Proses panjang itu akhirnya berbuah Gold Medal pada kategori Ensemble Melodica Junior Division dalam Asian Music Games Malaysia 2026.

Kontingen Indonesia meraih nilai 92,450 dan berada pada level medali High Gold dalam penjurian AMG (AMBC).

Asian Music Games Malaysia 2026 berlangsung pada 4–13 September 2026 di Institute Latihan Dewan Bandaraya, Stadium Titi Wangsa, dan Stadium Bola Sepak Cheras, Kuala Lumpur, Malaysia.

Kontingen Indonesia berada di bawah naungan Harmonie Swara Indonesia, dengan Eryck Agustinus sebagai pelatih dan Dewi Permatasari sebagai pimpinan kontingen.

Ke 21 peserta berasal dari sejumlah sekolah di Jakarta, yakni SD Negeri Rawamangun 12, SD Negeri Menteng 01, SD Negeri Menteng 02, SD Pelita, SD Negeri Cipinang 01, SMP Negeri 216, dan SMP Negeri 107.

Bagi Eryck, capaian tersebut tidak lahir dari latihan sekadar mengejar kemenangan.

Tantangan terbesar justru bagaimana membuat 21 anak dengan kemampuan dan karakter berbeda mampu menghasilkan satu permainan yang terdengar utuh.

Baca juga: Ardhito Pramono Gugat Sony Music Rp 5,7 Miliar, Soroti Lagunya Dipakai di Korsel dan Royalti Ditahan

“Yang paling penting bukan hanya bagaimana mereka bisa memainkan lagu, tetapi bagaimana 21 anak ini bisa bermain sebagai satu kesatuan. Mereka harus belajar mendengar satu sama lain, menjaga tempo, disiplin dan tetap tenang ketika tampil di panggung internasional,” ujar Eryck.

Enam bulan persiapan pun diisi dengan pengulangan dan evaluasi. Bagian yang belum kompak dimainkan kembali. Kesalahan diperbaiki. Mereka juga belajar memahami bahwa dalam sebuah ensemble, kemampuan satu orang tidak akan cukup jika tidak diikuti kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan anggota lainnya.

Menurut Eryck, proses itu menjadi tantangan tersendiri karena para peserta masih berusia muda.

Namun, semangat belajar dan konsistensi latihan membuat mereka perlahan semakin percaya diri.

“Selama enam bulan mereka berlatih dengan serius. Ada proses, ada kesalahan, ada evaluasi, tetapi mereka terus belajar. Gold Medal ini adalah hasil dari kerja keras anak-anak, dukungan orang tua, sekolah, dan seluruh tim,” katanya.

Bagi Gio, siswa kelas 5 SD Negeri Rawamangun 12 yang menjadi salah satu anggota tim, pengalaman tersebut juga menjadi pelajaran tentang arti kerja sama.

Baca juga: Gugatan Ardhito Pramono Mulai Masuk Masa Persidangan, Begini Tanggapan Sony Music

Ia mengaku sempat kesulitan mengikuti permainan kelompok karena setiap anggota harus menjaga tempo dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.

“Awalnya susah karena kami harus bermain kompak dan tidak boleh berbeda tempo. Selama latihan kami sering mengulang bagian yang masih salah,” ujar Gio.

Karena itu, ketika nama Indonesia diumumkan sebagai peraih Gold Medal, Gio merasakan kebahagiaan yang berbeda.

“Waktu diumumkan mendapat Gold Medal, saya kaget sekaligus senang karena latihan kami selama enam bulan akhirnya terbayar,” katanya.

Perjalanan ke Malaysia pun memberi pengalaman baru bagi Gio dan teman-temannya.

Mereka tidak hanya berhadapan dengan peserta dari negara lain, tetapi juga merasakan bagaimana hasil latihan selama berbulan-bulan diuji di atas panggung internasional.

Bagi 21 pelajar tersebut, medali emas akhirnya menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang.

Di balik penghargaan itu ada proses belajar yang mengajarkan mereka bahwa musik tidak hanya tentang memainkan alat musik, tetapi juga tentang mendengar, menyesuaikan diri, disiplin, dan percaya kepada orang lain.

Di usia yang masih muda, pengalaman itu menjadi bekal penting—bukan hanya untuk menjadi pemain musik yang lebih baik, tetapi juga untuk memahami bagaimana sebuah tujuan dapat dicapai ketika setiap orang bersedia bermain sebagai satu kesatuan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.