11 Anggota Keluarga Tewas Terbakar di Paniai, Keluarga di Makassar Curiga Ada Kejanggalan
Saldy Irawan September 08, 2026 03:22 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Keluarga sebelas korban kebakaran di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, menilai banyak kejanggalan dari peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka.

‎‎Kesebelas korban tersebut merupakan warga keturunan Makassar, Sulawesi Selatan.

Mereka yang menjadi korban memiliki akar keluarga di Kelurahan Tamamaung dan Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

‎Widya, adik dari salah satu korban, mengungkapkan bahwa pihak keluarga menerima informasi dari kerabat mereka di Papua Tengah bahwa ada sejumlah indikasi luka sabetan di bagian tubuh beberapa korban.

‎"Saya tanya keluarga, kalau kita lihat dari fisik mayat, kayak ada tanda dibunuh atau bagaimana. Ada sabetan di perut," ujarnya saat ditemui di kediamannya di Jalan Angkasa, Kelurahan Panaikang, Selasa (7/9/2026).

‎‎Sunario, keluarga lainnya, mengungkapkan masih sempat bermain game online bersama, salah satu korban, Wandi, sekitar 30 menit sampai satu jam sebelum perkiraan kejadian. 

‎Artinya, Sunario menduga, Wandi belum tidur saat api baru mulai merembet lokasi itu. 

"Ini mi salah satu petunjuk malam itu, karna kami masih komunikasi tidak lama sebelum kejadian. Dan setahu kami juga, Wandi itu sering begadang," jelasnya.

‎Nani, anggota keluarga lainnya, mendesak pihak kepolisian mengusut secara tuntas penyebab kebakaran yang menewaskan 11 anggota keluarganya.

‎"Kami sudah ikhlaskan, tapi berharap pihak kepolisian juga mencari penyebabnya secara pasti," ucapnya.

‎Kebakaran melanda Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin (7/9/2026) dini hari.

‎Sebanyak 49 bangunan hangus terbakar dalam kejadian tersebut yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.30 WIT.

‎Sebanyak 11 korban tewas dalam kejadian nahas itu.

‎‎Saat ini, 11 jenazah mereka masih tertahan di Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

‎"Benar, telah terjadi kebakaran di kawasan pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, yang mengakibatkan puluhan rumah terbakar dan 11 orang meninggal dunia," kata Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Humas Polda Papua, Henry dalam pers rilis, Senin (7/9/2026), dilansir dari Tribun Papua.

‎Dari 11 korban meninggal dunia, lima orang merupakan orang dewasa, sedangkan enam lainnya masih anak-anak.

‎Korban tertua adalah Najamuddin (70), yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang di Pasar Bapouda.

‎Dua korban lainnya, Rizka Falma (28) dan Herlina (30), merupakan anak Najamuddin.

‎Herlina meninggal bersama suaminya, Wandi, serta ketiga anak mereka, Aska (9), Abie (6), dan Adit (5). Herlina juga tengah mengandung dengan usia kandungan delapan bulan.

‎Sementara Rizka Falma meninggal dunia bersama suaminya, Hasyim, serta tiga anak mereka, yakni Arshi (9), Ica (6), dan Al Yusuf (2).

‎Kepolisian Daerah Papua Tengah menerjunkan tim menyelidiki penyebab pasti kejadian kebakaran yang menghanguskan 49 bangunan dan menelan 11 korban jiwa.

‎Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah telah menerjunkan tim khusus mendampingu tim Polres Paniai.

‎"Tim ini tergabung dari Ditreskrimsus, lalu tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Laboratorium Forensik (Labfor) dari Pusdokkes Polda Papua untuk melakukan uji ilmiah di lokasi kejadian," jelas Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J Manurung dalam rilis pers di Nabire, Selasa (8/9/2027), dilansir dari Tribun Papua.

‎Henry mengatakan bahwa saat ini jenazah disemayamkan di RSUD Paniai. Dan saat ini dalam proses untuk autopsi.

‎"Saat ini seluruh jenazah disemayamkan di RSUD Paniai. Kamu masih berkoordinasi dan menunggu persetujuan keluarga untuk melakukan proses visum," ujarnya.

‎Henry menambahkan bahwa pihaknya meminta seluruh pihak tidak menyebarkan spekulasi luar terkait pemicu kebakaran sebelum ada hasil dari pemeriksaan tim forensik.

‎"Kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum, serta meminta warga tidak mudah terprovokasi oleh rumor yang belum terverifikasi demi menjaga kondusifitas wilayah Paniai," tuturnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.