Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Rasa lega sekaligus bahagia terpancar dari wajah Ilma Mutia, salah satu penumpang Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu yang akhirnya dapat kembali ke Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Warga Jakarta Selatan tersebut sebelumnya sempat tertahan selama beberapa hari akibat gangguan penerbangan yang terjadi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Bagi Ilma, perjalanan ke Bengkulu kali ini menjadi pengalaman yang tidak biasa.
Sejak berangkat dari Jakarta hingga hendak kembali ke ibu kota, ia tercatat dua kali mengalami gangguan penerbangan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pantauan di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Selasa, menunjukkan aktivitas penerbangan kembali berjalan.
Pesawat mulai melayani keberangkatan dan kedatangan setelah selama dua hari sebelumnya sejumlah penerbangan sempat dibatalkan maupun dihentikan sementara.
Di tengah kembali normalnya aktivitas bandara, Ilma menjadi salah satu penumpang yang akhirnya dapat melanjutkan perjalanan pulang setelah harus menunggu beberapa hari.
Ilma mengatakan dirinya datang ke Bengkulu pada Sabtu (5/9/2026).
Kedatangannya kali ini bukan untuk urusan pekerjaan, melainkan menghadiri reuni bersama para mantan muridnya.
Ia pernah tinggal dan mengajar di Bengkulu sekitar tahun 1980.
Puluhan tahun berselang, para alumni SMAN 1 Kota Bengkulu kembali mengundangnya untuk menghadiri pertemuan tersebut.
Baca juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bengkulu Selatan, BPBD Buka Posko 24 Jam-Imbau Warga Tetap Waspada
Salah satu pihak yang turut mengundang Ilma adalah Ketua BMA Provinsi Bengkulu, Effendi.
Undangan reuni itu menjadi alasan bagi Ilma kembali menginjakkan kaki di Bengkulu setelah puluhan tahun meninggalkan daerah tersebut.
Namun, perjalanan menuju Bengkulu sudah diwarnai gangguan penerbangan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ilma mengungkapkan, gangguan penerbangan pertama dialaminya ketika berangkat dari Jakarta menuju Bengkulu.
Pesawat yang ditumpanginya tidak dapat langsung melanjutkan penerbangan menuju Bengkulu akibat kondisi yang terjadi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pesawat tersebut kemudian terpaksa mendarat terlebih dahulu di Padang.
Setelah kondisi dinilai memungkinkan, perjalanan kembali dilanjutkan hingga akhirnya Ilma tiba di Bengkulu.
Meski perjalanan sempat terganggu, Ilma tetap dapat mengikuti agenda reuni bersama para alumni SMAN 1 Kota Bengkulu yang pernah menjadi muridnya.
Ia kemudian menikmati pertemuan dengan para mantan murid yang menjadi alasan utama dirinya kembali ke Bengkulu.
Namun, gangguan penerbangan kembali menghampirinya ketika agenda di Bengkulu telah selesai dan ia bersiap pulang ke Jakarta.
Setelah menyelesaikan agenda reuni, Ilma bersiap meninggalkan Bengkulu.
Namun, rencana kepulangannya kembali tertunda setelah seluruh penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu dibatalkan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kondisi tersebut membuat Ilma harus kembali menunggu hingga operasional penerbangan di bandara kembali dibuka.
Jika gangguan pertama terjadi ketika dirinya hendak menuju Bengkulu, gangguan kedua justru terjadi saat ia ingin meninggalkan Bengkulu.
Ilma akhirnya baru dapat melanjutkan perjalanan ke Jakarta setelah penerbangan kembali beroperasi pada Selasa (8/9/2026).
Setelah menunggu selama beberapa hari, kesempatan untuk pulang akhirnya tiba.
Rasa lega pun dirasakan Ilma ketika kembali berada di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu dan mengetahui penerbangannya dapat berjalan.
"Kami sangat bersyukur sudah kembali tiba di Bandara Fatmawati setelah menanti beberapa hari sebelumnya. Mudah-mudahan ke depan tetap normal selalu," ungkap Ilma.