Battery Health Mobil Listrik Turun Segini Usai Dipakai 50 Ribu Km
GH News September 08, 2026 05:09 PM
Jakarta -

Kekhawatiran soal baterai menjadi salah satu alasan konsumen ragu membeli mobil listrik. Namun, studi terbaru menunjukkan, baterai mobil listrik ternyata mampu bertahan sangat lama.

Studi yang dilakukan Aviloo mengungkap, sejumlah mobil listrik kehilangan kurang dari 5% setelah menempuh 100.000 km. Artinya, baterai mobil listrik berpotensi bertahan hingga masa pakai rata-rata sebuah mobil baru.

Aviloo menyebut penelitian ini sebagai salah satu studi independen terbesar mengenai baterai mobil listrik. Lebih dari 500 ribu hasil pengujian baterai dianalisis untuk melihat kondisi 20 model terpopuler.

Ilustrasi mobil listrik Jaguar dicas. Foto: Jaguar.comIlustrasi mobil listrik dicas. Foto: Jaguar.com Foto: Jaguar.com

Dalam pengujian setelah 50.000 km, Hyundai Ioniq 5 menjadi salah satu yang terbaik. Mobil listrik tersebut masih mempertahankan 97,1% kapasitas baterai aslinya.

Posisi berikutnya ditempati Mercedes-Benz CLA dengan 96,6%, Hyundai Kona Electric 96,3%, Audi Q8 e-tron 95,7%, BMW i4 95,6%, serta Volvo XC40 Recharge dan Volkswagen ID.4 yang sama-sama mencatat 95,2%.

Namun setelah jarak tempuh mencapai 150.000 km, Mercedes-Benz CLA justru menjadi yang teratas. Kondisi baterainya masih mencapai 94% dari kapasitas awal.

Hyundai Ioniq 5 berada di belakangnya dengan 93,6%, disusul Hyundai Kona Electric 93%, Volvo XC40 Recharge 92,8%, Ford Mustang Mach-E 92,5%, dan Polestar 2 sebesar 92,5%.

Tidak semua mobil listrik menunjukkan hasil sebaik itu. Tesla Model Y, misalnya, tercatat memiliki kesehatan baterai 90,3% setelah 150.000 km. Sementara Tesla Model 3 berada di angka 88,9%.

Beberapa model lain juga mencatat angka lebih rendah, seperti Renault Zoe 87,3%, Mini Cooper SE 87,1%, dan Nissan Leaf 86,7%.

Data soal battery health mobil listrikData soal battery health mobil listrik Foto: Doc. Aviloo

Aviloo menegaskan angka tersebut merupakan nilai median, bukan jaminan setiap unit akan memiliki kondisi baterai yang sama. Bahkan, kondisi baterai pada model yang sama bisa berbeda hingga 13,5%.

Meski begitu, hasil studi ini memberikan gambaran bahwa teknologi baterai mobil listrik saat ini sudah semakin matang. Kekhawatiran baterai cepat rusak setelah digunakan bertahun-tahun pun tampaknya tidak sepenuhnya terbukti.

Septian Farhan Nurhuda
Jurnalis detikcom. Punya cita-cita nonton Chelsea di London.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.