TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi belakangan ini menyisakan kekhawatiran bagi warga, termasuk Muhammad (50), seorang warga Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Pria paruh baya ini mengungkapkan rasa was-wasnya mengingat dampak abu vulkanik yang mulai dirasakan hingga ke pemukiman warga.
Saat ditemui di kawasan Ancol, Muhammad menyampaikan rasa terima kasihnya kepada petugas Babinsa yang sigap membagikan masker kepada masyarakat setempat.
"Terima kasih kepada bapak-bapak petugas yang telah memberikan masker kepada masyarakat untuk menjaga dari debu-debu ini," ujar Muhammad, Selasa (8/9/2026).
Ia menilai pembagian masker tersebut sangat bermanfaat untuk mencegah datangnya penyakit pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Meskipun saat ini tinggal di Jakarta, perhatian Muhammad terbagi dengan kondisi rumahnya yang berada di Lampung.
Ia menceritakan bahwa wilayah kediamannya di Padang Cermin, Lampung, terdampak cukup parah oleh hujan abu hasil erupsi.
Berdasarkan informasi yang ia terima, debu vulkanik telah menutupi hampir seluruh permukaan rumah miliknya di sana.
"Rumah saya pun penuh dengan debu-debu dari gunung ini, debunya parah," tambahnya.
Beruntung, ia memastikan tidak ada anggota keluarganya yang menjadi korban luka akibat aktivitas vulkanik tersebut.
Namun, demi alasan kesehatan, pihak keluarga di Lampung terpaksa menutup rapat seluruh akses pintu dan jendela rumah selama hampir sepekan terakhir.
"Istri pun juga sedang jualan, jadi di rumah tutup terus Pak supaya debu enggak masuk, paling sore baru buka," jelas Muhammad.
Sebagai manusia biasa, ia tak menampik adanya rasa ngeri melihat visual erupsi gunung yang berada di Selat Sunda tersebut.
"Ya ngeri Pak, namanya kita manusia yang masih sehat, dengan adanya begitu kita harus waspada," tutur Muhammad.
Diketahui, Gunung Anak Krakatau memang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan melontarkan abu ke udara dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini membuat sejumlah wilayah di sekitar Banten dan Lampung harus siaga terhadap potensi dampak abu yang terbawa angin hingga ke permukiman.
Baca juga: Bandara di Jakarta Ditutup 2 Hari, Penumpang Pesawat Beralih ke Bus Premium di Kampung Rambutan
Baca juga: H-4 Duel Persija vs Persib di GBK, Bagaimana Status Izin Polisi? Ketua Panpel Ungkap Kondisi Terbaru
Baca juga: Kasus Lowongan Kerja Bodong di Pasar Minggu Berakhir Damai, 3 Korban Terima Ganti Rugi