Bandara di Jakarta Ditutup 2 Hari, Penumpang Pesawat Beralih ke Bus Premium di Kampung Rambutan
Wahyu Septiana September 08, 2026 05:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Keberangkatan penumpang bus AKAP kelas premium di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur meningkat imbas penutupan sementara sejumlah bandara. 

Imbas penutupan selama dua hari pada 6-7 September 2026, para penumpang pesawat beralih menggunakan bus AKAP kelas premium seperti double decker dan sleeper untuk melakukan perjalanan.

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain mengatakan berdasarkan data dalam dua hari terakhir keberangkatan penumpang kelas bus kelas premium melonjak di atas 5 persen. 

"Peningkatan penumpang itu rata-rata di atas 5 persen ya, dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kebanyakan adalah bus yang digunakan adalah bus premium," kata Revi di Jakarta Timur, Selasa (8/9/2026). 

Pada Minggu (6/9) tercatat 724 penumpang yang diberangkatkan menggunakan 68 bus AKAP, sementara pada Senin (7/9) sebanyak 869 diberangkatkan menggunakan 70 bus. 

Mayoritas tujuan keberangkatan penumpang di antaranya Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan untuk wilayah Sumatera yakni Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Padang. 

Berdasarkan data harga tiket keberangkatan bus AKAP kelas premium di Terminal Kampung Rambutan berkisar Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta, tergantung pada fasilitas dan rute. 

"Untuk harga tiket tetap normal, seperti yang diatur oleh perusahaan masing-masing. Namun kelas yang kebanyakan dipilih oleh penumpang pesawat kebanyakan kelas premium," ujarnya. 

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain saat memberikan keterangan di Jakarta Timur, Selasa (8/9/2026).
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain saat memberikan keterangan di Jakarta Timur, Selasa (8/9/2026). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Revi menuturkan secara keseluruhan hingga kini tidak ada kendala dalam keberangkatan penumpang bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan, seluruh penumpang dapat terlayani. 

Namun pengelola Terminal Kampung Rambutan sudah berkoordinasi dengan pengurus perusahaan otobus (PO) untuk menyediakan armada tambahan, mengantisipasi adanya lonjakan. 

"Tentunya kita bekerja sama dengan PO, karena yang menyiapkan bus bantuan itu dari perusahaan otobus. Tapi dengan syarat bus yang digunakan itu harus kita cek dulu kelaikan jalan," tuturnya. 

Berita Lainnya

Baca juga: H-4 Duel Persija vs Persib di GBK, Bagaimana Status Izin Polisi? Ketua Panpel Ungkap Kondisi Terbaru

Baca juga: Adam Alis Tak Anggap Spesial Duel Persib vs Persija, Tapi Ingin Rasakan Atmosfer Jakarta

Baca juga: Politikus NasDem Usul Pelajar Dapat Kartu Transportasi Gratis untuk Cegah Tawuran

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.