Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memacu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pendistribusian air bersih kepada warga terdampak kekeringan saat kemarau yang masih berlangsung hingga saat ini.
"Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat agar potensi kebakaran dapat segera dikendalikan serta dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan," kata Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Palangka Raya, Selasa.
Pemprov Kalteng bersama instansi terkait telah menyiagakan 10.700 personel gabungan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah. Kekuatan tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, masyarakat peduli api serta lainnya.
Kesiapsiagaan di darat juga diperkuat dukungan operasi udara berupa enam unit helikopter dan satu unit pesawat operasi modifikasi cuaca (OMC) atau patroli. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi peningkatan aktivitas karhutla memasuki musim kemarau.
“Yang paling utama adalah melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan Kalteng tetap aman dari dampak kabut asap,” kata gubernur.
Berdasarkan laporan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 7 September 2026 tercatat sudah ada sebanyak 2.698 kejadian karhutla dengan luasan terbakar mencapai 8.139,12 hektare.
Di sisi lain pemprov juga terus bergerak membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih akibat kekeringan di sejumlah wilayah. Hingga 5 September 2026 telah terdistribusi total sebanyak 635.850 liter air bersih ke berbagai wilayah.
Bantuan air bersih disalurkan ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan di antaranya di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kota Palangka Raya, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Murung Raya dan lainnya.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam merespons kondisi kekeringan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat langkah penanganan dampak kekeringan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.





