Dampak Abu Vulkanik, Kasus ISPA di Puskesmas Satelit Sempat Capai 29 Pasien Sehari
Reny Fitriani September 08, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co, id, Bandar Lampung - Mengenakan masker, pasien di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Satelit tampak duduk menunggu antrean di kursi tunggu. 

Baca Juga: Kasus ISPA di Lampung Mulai Naik, Diskes Ingatkan Dampak Abu Vulkanik GAK

Sesekali terdengar batuk dan suasana tampak riuh di ruang pelayanan di Puskesmas Satelit tersebut. 

Pihak Puskesmas mengatakan, sempat ada lonjakan pasien ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. 

​Kasubag TU Puskesmas Satelit, Heriyansyah mengatakan, tercatat 29 pasien ISPA pada Senin (8/9/2026).

"Dari dampak paparan abu vulkanik di wilayah Kota Bandar Lampung memicu peningkatan kasus ISPA sampai dengan 29 pasien per hari kemarin," kata ​Heriyansyah, Senin (8/9/2026). 

​"Pada hari Minggu awal tercatat ada dua pasien yang masuk ke IGD. Satu pasien harus mendapatkan penanganan menggunakan nebulizer (alat bantu pernapasan) karena paparan asap atau debu yang masuk ke hidung," terang Heriyansyah. 

Kemudian satu pasien lainnya mengeluhkan gatal-gatal di kulit. 

​Puncak penambahan kasus ISPA di Puskesmas Satelit terjadi pada Senin (7/9/2026). 

​Berdasarkan data Rekam Medis Elektronik (RME), jumlah kasus yang biasanya hanya berkisar antara 9 hingga 14 pasien per hari.

Lalu melonjak hingga mencapai 29 pasien dalam sehari pada Senin (7/9/2026). 

Heriyansyah menyebut tren kunjungan berobat pada Selasa sudah menunjukkan grafik penurunan.

​"Sampai jam 11.00 WIB siang ini kita cek ulang, angkanya sudah mulai melandai ke kisaran 19 orang. Angka ini relatif kembali mendekati batas normal kisaran harian," ungkapnya.

​Secara akumulatif dari hari Minggu hingga Senin, terdapat sekitar 49 pasien yang tercatat mengakses layanan kesehatan dengan indikasi gejala dampak abu vulkanik.

​"Jika dihitung persentase peningkatannya, kenaikan kasus sempat berada di kisaran 40 persen," ucap Heriyansyah. 

Guna mengantisipasi meluasnya dampak abu vulkanik terhadap kesehatan warga, Puskesmas Satelit bersama jajaran terkait langsung menerjunkan tim ke lapangan.

Langkah cepat ini dilakukan sesuai instruksi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana serta Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung.

Sejak hari Minggu tim Puskesmas Satelit bersama 7 Poskeskel (Pos Kesehatan Kelurahan) dan 3 Pustu (Puskesmas Pembantu) didampingi pihak kelurahan turun membagikan masker kepada masyarakat. 

Petugas kesehatan di lapangan juga mencatat kronologis serta riwayat gejala yang dialami warga yang terdampak.

​Seluruh data pasien dilaporkan secara cepat dan berjenjang melalui aplikasi sistem pemantauan (surveillance) kesehatan berbasis digital.

​"Begitu ada warga atau pasien yang terpapar, tim langsung menginput ke sistem aplikasi. Jadi data kronologis dan jumlah pasien terpantau secara real-time dan berjenjang hingga ke tingkat Kadis dan Ibu Wali Kota," kata Heriyansyah.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.