TRIBUNNEWS.COM - Sejak diberlakukannya format anyar Liga Champions pada musim 2024/2025, Arsenal menjadi tim yang paling trengginas performanya khususnya di fase liga alias Phase League.
Dibandingkan klub lain yang menjadi peserta Liga Champions, termasuk Real Madrid selaku raja turnamen, ataupun PSG sebagai juara dalam dua musim terakhir.
Arsenal nyatanya menjadi tim dengan penampilan paling gemilang selama awal turnamen.
Hal itu dibuktikan dengan catatan poin dan jumlah kemenangan yang diraih Arsenal sejak format tersebut diberlakukan.
Selama dua musim berkompetisi di Liga Champions yang menerapkan format baru, Arsenal sudah mengumpulkan total 43 poin dari total 16 laga yang dimainkan.
Raihan 43 poin tersebut didapat Arsenal setelah meraih 14 kemenangan, 1 hasil imbang dan 1 kekalahan saja.
Bayern Munchen, PSG, hingga Atletico Madrid menjadi korban keganasan Arsenal di fase liga Liga Champions dalam dua musim terakhir.
Satu-satunya kekalahan yang diderita Arsenal saat bermain di fase liga terjadi saat mereka dipecundangi Inter Milan dengan skor 1-0 pada musim pertama diberlakukannya format baru.
Tak hanya sekedar menang, performa Arsenal juga ditunjang produktifitas gol luar biasa, dan jumlah kebobolan sedikit.
Dalam urusan gol, Arsenal mampu menjebol jala gawang tim lain sebanyak 39 gol.
Sementara, untuk jumlah kebobolan, Meriam London cuma kemasukan 7 gol saja melawan 16 lawan di dua musim terakhir.
Melihat statistik dan performa Arsenal dalam dua musim terakhir di fase awal Liga Champions, tak salah jika tim asal London Utara tersebut menjadi yang terbaik dibandingkan klub lainnya.
Baca juga: Bertemakan Penebusan Dosa, Ujian Wakil Italia Hapus Memori Tragis di Liga Champions
Hanya saja, Arsenal masih belum bisa mematahkan kutukannya, di mana belum ada satupun trofi Liga Champions yang mereka menangkan.
Pada musim 2024/2025 tepat ketika format baru Liga Champions diberlakukan, Arsenal hanya mentok sampai semifinal.
Harapan Arsenal untuk memenangkan gelar Liga Champions terhenti di tangan PSG, pada fase empat besar.
Arsenal kalah dengan agregat skor 3-1, dan harus mengubur impiannya untuk tampil di final yang memperebutkan gelar.
Padahal, penampilan Arsenal musim tersebut cukup oke, dengan menyelesaikan fase liga di peringkat ketiga, lalu sempat menyingkirkan Real Madrid dengan agregat skor 5-1 di perempat final.
Kegemilangan Arsenal pada musim lalu juga lebih hebat daripada musim sebelumnya, di mana tim Meriam London menyapu bersih semua laga fase liga dengan kemenangan dan lolos sempurna ke 16 besar.
Arsenal tampak datang dengan kekuatan yang lebih besar dan mampu mencapai hal lebih baik musim lalu.
Di bawah komando pelatih Mikel Arteta, Arsenal melesat ke final Liga Champions untuk kedua kalinya dalam sejarah.
Sayangnya, PSG lagi-lagi menjadi mimpi buruk yang mengakhiri harapan Arsenal untuk memenangkan gelar perdana Liga Champions musim lalu.
Kekalahan dramatis lewat adu penalti membuat lemari Arsenal masih belum ada koleksi trofi Liga Champions.
Kini, Arsenal kembali datang dengan status favorit juara lagi ditunjang skuad yang makin telit, demi bisa pecah telur memenangkan trofi si Kuping Besar untuk pertama kalinya pada musim 2026/2027.
Merujuk pada hasil drawing fase liga Liga Champions musim ini, lawan-lawan berat akan dihadapi Arsenal di fase tersebut.
Sebut saja Real Madrid, Bayern Munchen, dan Borussia Dortmund sebagai tim lawan terberat.
Lalu ada pula Napoli, Real Betis dan Lille yang berpotensi menjadi tim kejutan musim ini.
Sabah FK dan Slavia Praha menjadi dua tim lain yang akan menguji kesaktian Arsenal di fase liga Liga Champions.
Laga perdana yang dijalani Arsenal di Liga Champions musim ini, akan berjumpa dengan Napoli di Stadion Diego Armando Maradona, Kamis (10/9/2026) lusa mendatang.
Patut dinanti seperti apa kiprah Arsenal mengarungi kompetisi Liga Champions musim ini baik di babak awal hingga fase akhir turnamen nantinya?
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)