Dampak Erupsi Anak Krakatau, Penerbangan Super Air Jet dan Wings Air dari Sampit Belum Beroperasi
Nia Kurniawan September 08, 2026 06:50 PM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau masih dirasakan hingga hari kelima sejak gunung api tersebut kembali aktif pada Jumat (4/9/2026) malam. 

Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, masih belum beroperasi normal.

Baca juga: Buntut Antrean BBM di Kalteng, 4 SPBU di Palangka Raya Buka 24 Jam dan Lansia Jadi Prioritas

Pada Selasa (8/9/2026), aktivitas di Bandara H Asan Sampit tampak lebih lengang dibanding hari-hari biasa. 

Beberapa maskapai masih menunda operasional penerbangan karena dampak gangguan yang terjadi di sejumlah bandara besar, khususnya Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Soekarno-Hatta.

PIC Humas Bandara H Asan Sampit, Zachrudien, mengatakan meski aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berkurang, kondisi operasional penerbangan nasional belum sepenuhnya pulih.

"Untuk hari ini dampaknya masih kita rasakan. Walaupun kegiatan erupsi Gunung Anak Krakatau sudah bisa dikatakan berkurang, akan tetapi operasional penerbangan masih belum pulih total di Halim dan Soekarno-Hatta," kata Zachrudien saat dikonfirmasi, Selasa sore.

Akibat kondisi tersebut, penerbangan maskapai Super Air Jet dan Wings Air dari Bandara H Asan Sampit masih belum beroperasi.

Menurutnya, hingga Selasa hanya maskapai Nam Air yang tetap melayani penerbangan reguler dengan rute Semarang–Sampit–Semarang.

"Hanya Nam Air IN240 rute Semarang-Sampit-Semarang yang masih beroperasi. Pesawat mendarat di Sampit pukul 10.15 WIB dan kembali lepas landas pukul 10.45 WIB," ujarnya.

Situasi ini menjadi perhatian pihak bandara mengingat mobilitas penumpang masih bergantung pada perkembangan kondisi penerbangan di wilayah lain yang terdampak erupsi.

Bandara H Asan Sampit pun terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.

"Kami juga terus memperbarui laporan secara berkala kepada Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan," tambah Zachrudien.

Diketahui, Selasa (8/9/2026) merupakan hari kelima rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau yang kembali menunjukkan aktivitas vulkanik sejak Jumat malam lalu. 

Meski intensitas erupsi dilaporkan mulai menurun, dampaknya terhadap jaringan penerbangan nasional masih belum sepenuhnya berakhir, termasuk bagi penerbangan yang terhubung dengan Bandara H Asan Sampit. (*)

(Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.