TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di SPBU, mulai dari operasional 24 jam hingga pemberian jalur prioritas bagi warga lanjut usia (lansia).
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan, terdapat empat SPBU yang disepakati beroperasi selama 24 jam, yakni di Kilometer 12, Pahandut Seberang, Jalan Diponegoro, dan Jalan Seth Adjie.
Baca juga: DPRD Kalteng Desak APH Usut Korporasi Sebabkan Karhutla
Namun, tidak seluruh SPBU tersebut menyediakan Pertalite selama 24 jam. Ketersediaannya menyesuaikan jumlah muatan BBM yang diterima masing-masing SPBU.
"Hanya di Kilometer 12 itu 24 jam Pertalite. Khusus di Seth Adjie dan di Diponegoro itu sampai jam 1 menyediakan Pertalite," kata Achmad Zaini, Selasa (8/9/2026).
Pemkot juga menyiapkan skema prioritas bagi lansia yang harus mengantre untuk mendapatkan BBM.
Ia mengatakan, lansia nantinya akan diberikan jalur khusus agar proses pengisian dapat berlangsung lebih cepat.
"Kalau lansia yang ikut ngantri nanti diberikan jalur khusus untuk percepatan dan itu sudah disepakati juga oleh SPBU," ujarnya.
Untuk memastikan skema tersebut berjalan, Pemkot Palangka Raya akan menugaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di 11 SPBU.
Petugas akan membantu mengatur antrean dan memberikan prioritas kepada lansia yang datang untuk mengisi BBM.
"Nanti kita dapat tugas Pol PP yang kita tugaskan di semua SPBU, 11 SPBU. Jadi nanti misalnya ada antrean, kemudian ada lansia, nanti akan diberikan prioritas," jelasnya.
Selain lansia, pengendara ojek online (ojol) sebelumnya juga sempat dibahas untuk mendapat prioritas apabila antrean terlalu panjang.
Namun, saat ditawarkan setelah rapat sebelumnya, sejumlah pengendara ojol memilih tetap mengikuti antrean umum.
"Kita sudah tawarkan ke beberapa ojol dan ternyata mereka juga enggak mau, mau ikut ngantri aja katanya. Itu tadi aja prioritas bagi yang lansia," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin menghindari antrean untuk memanfaatkan waktu pengisian pada malam hari, terutama di SPBU yang tetap melayani pada waktu tersebut.
Sementara itu, berdasarkan penjelasan Sales Branch Manager (SBM) Pertamina, stok BBM untuk Kota Palangka Raya disebut dipastikan cukup, termasuk Pertalite.
Menurut Zaini, tidak ada pengurangan kuota di SPBU. Kekosongan yang terjadi biasanya disebabkan keterlambatan pengiriman dari fuel terminal di Pulang Pisau menuju Palangka Raya.
Pemkot telah meminta Pertamina menyiasati keterlambatan tersebut agar tidak kembali menyebabkan kekosongan di SPBU.
"Jadi diarahkan memang secepatnya jadwal menuju ke Palangka Raya itu bisa terpenuhi," tandasnya.
(Tribunkalteng.com/Iqbal)