Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan menyambut positif rencana pemerintah daerah menambah fasilitas di objek wisata Tebat Gelumpai, Desa Batu Lambang, Kecamatan Pasar Manna.
Penambahan fasilitas tersebut dinilai dapat memperkuat daya tarik Tebat Gelumpai sekaligus mendorong kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Ketua Komisi II DPRD Bengkulu Selatan, Nisan Denni Purnama, mengatakan pihaknya mendukung pengembangan Tebat Gelumpai, termasuk rencana penambahan wahana permainan bebek-bebekan.
Pemerintah daerah rencananya mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 juta melalui APBD Perubahan untuk penambahan fasilitas di kawasan wisata tersebut.
Pengembangan Tebat Gelumpai tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata, tetapi juga berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
“Kami tentu mengharapkan adanya destinasi wisata terbaru di Kabupaten Bengkulu Selatan. Ini sebagai upaya meningkatkan perekonomian daerah, termasuk pendapatan UMKM dan masyarakat sekitar Tebat Gelumpai,” ujar Denni saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (8/9/2026).
Tebat Gelumpai memiliki lokasi yang cukup strategis karena berada tidak jauh dari pusat Kota Manna. Perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh sekitar lima menit menggunakan kendaraan.
Selain mudah dijangkau masyarakat Bengkulu Selatan, kawasan tersebut juga berada di jalur yang dilalui masyarakat menuju sejumlah kabupaten tetangga, seperti Kaur dan Seluma.
Pantauan TribunBengkulu.com, aktivitas masyarakat di sekitar Tebat Gelumpai mulai terlihat ramai, terutama pada sore hingga malam hari.
Kawasan tersebut juga telah berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas kuliner masyarakat.
Sejumlah pelaku UMKM mulai membuka lapak sekitar pukul 16.00 WIB dan berjualan hingga malam.
Baca juga: Abu Anak Krakatau Sampai Bengkulu Selatan, Sekolah Batasi Aktivitas Siswa di Luar Ruangan
Berbagai makanan dan minuman tersedia di sekitar tebat. Pengunjung dapat bersantai sambil menikmati kuliner dan suasana kawasan wisata.
Menariknya, pada pagi hari, kawasan pusat kuliner tersebut terlihat bersih dan tidak terdapat lapak yang berjualan.
Kondisi ini membuat area sekitar tebat tampak lebih luas dan dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka.
Masyarakat juga memanfaatkan jalan di sekitar Tebat Gelumpai untuk berolahraga. Aktivitas seperti berjalan santai, jogging hingga olahraga ringan terlihat dilakukan warga pada pagi maupun sore hari.
Melihat potensi tersebut, Denni berharap pengembangan Tebat Gelumpai dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu menjadi ikon wisata baru di Bengkulu Selatan.
“Kami tentu mendukung program di tempat wisata Tebat Gelumpai ini. Harapannya bisa menjadi ikon baru di Kabupaten Bengkulu Selatan,” ungkapnya.
Ia menilai keberadaan destinasi wisata baru dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, khususnya pelaku UMKM yang beraktivitas di sekitar kawasan Tebat Gelumpai.
Karena itu, pengembangan fasilitas wisata diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi bagi masyarakat setempat.
Anggaran sekitar Rp100 juta untuk penambahan fasilitas Tebat Gelumpai direncanakan masuk dalam APBD Perubahan tahun 2026.
Namun, ia berharap anggaran pengembangan kawasan wisata tersebut dapat ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.
“Kami berharap tentunya anggarannya lebih dari itu. Namun, mengingat kondisi fiskal kita, pengembangannya akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Salah satu fasilitas yang ditargetkan dapat direalisasikan tahun ini adalah wahana permainan bebek-bebekan.
Menurut Denni, pembahasan terkait penggunaan anggaran tersebut masih akan dilakukan bersama pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata Bengkulu Selatan.
“Nanti akan kita lakukan pembahasan lagi dalam APBD Perubahan. Kami juga akan melihat langsung dengan Dinas Pariwisata bagaimana konsep yang akan dilakukan dengan dana yang ada,” tuturnya.
Pengembangan secara bertahap tersebut diharapkan mampu membuat Tebat Gelumpai semakin menarik dan nyaman bagi pengunjung.
Di sisi lain, keberadaan fasilitas baru juga diharapkan dapat memperkuat aktivitas UMKM serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Dengan lokasi yang strategis dan aktivitas masyarakat yang mulai berkembang, Tebat Gelumpai berpeluang dikembangkan tidak hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi baru di Bengkulu Selatan.