Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong perwujudan hilirisasi atau pengolahan jeruk dari hasil panen menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
"Sayang sekali, harga jeruk ini justru jatuh saat panen raya. Oleh karena itu, perlu kolaborasi untuk menyelesaikan persoalan ini," kata Mendes Yandri ketika menerima audiensi Wakil Bupati (Wabup) Malang Lathifah Shohib di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa.
Dalam audiensi itu, Wabup Malang Lathifah memaparkan potensi di Kabupaten Malang. Salah satunya adalah jeruk yang ada di Desa Kucur, Kecamatan Dau. Desa itu pun pernah dikunjungi oleh Mendes Yandri.
"Selain jeruk, kami juga punya potensi jagung dan ikan lele," kata Wabup Lathifah.
Sejalan dengan itu, Wabup Lathifah berharap agar pihaknya dapat membangun kolaborasi dengan Kemendes PDT untuk menggenjot potensi tersebut.
Wabup Lathifah juga mengusulkan adanya hilirisasi dan industrialisasi untuk potensi yang dimiliki desa-desa di Kabupaten Malang agar hasilnya lebih bisa dirasakan oleh masyarakat.
Ia menambahkan bahwa desa di Kabupaten Malang juga memiliki potensi ikan tuna premium hingga tembakau.
Sejalan dengan itu, Mendes Yandri menekankan pentingnya perwujudan hilirisasi untuk jeruk di Desa Kucur. Menurutnya, jeruk tersebut memiliki rasa yang enak.
Dengan adanya hilirisasi, kata Mendes Yandri melanjutkan, jeruk tersebut bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Selain itu, harganya pun dapat terjaga. Ia mengatakan pula bahwa petani tidak perlu menjual jeruknya ke tengkulak, tetapi langsung kepada pihak industri.
Mantan Wakil Ketua MPR RI itu juga menyarankan agar desa-desa di Kecamatan Dau bersatu untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) yang nantinya dapat menjadi pihak yang mengembangkan potensi jeruk di wilayah itu.
Meskipun begitu, Mendes Yandri mengingatkan agar kualitas jeruk senantiasa diperhatikan sehingga dapat terus yang memenuhi standar pasar, termasuk hingga untuk diekspor ke luar negeri.
"Ketersediaan pasokan jeruk juga perlu diperhatikan karena harus bisa penuhi kebutuhan pasar nantinya," kata Mendes Yandri mengingatkan.





