Jadi dari Dirjen Bina dan Pengendalian, kami memastikan bahwasanya travel umrah dan maskapai itu harus memenuhi tanggung jawab mereka, terutama terkait dengan penjadwalan ulang

Tangerang (ANTARA) - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan sebanyak 14.000-an peserta umrah yang terdampak pembatalan keberangkatan atas penutupan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, mendapat penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan.

"Jadi pada 5, 6, dan 7 September 2026 itu kan semuanya dibatalkan keberangkatannya. Ada sekitar kurang lebih 14 ribuan jamaah kita yang kemudian tidak bisa berangkat, jamaah umrah," ujar Wamenhaj Danhil di Tangerang, Selasa.

Wamenhaj menjelaskan jamaah umrah yang belum bisa berangkat atau pending akan dilakukan penjadwalan ulang penerbangan dengan ketentuan tidak dikenakan biaya tambahan.

Pihaknya telah mengirim surat edaran terkait dengan tanggung jawab dari travel dan maskapai.

"Jadi dari Dirjen Bina dan Pengendalian, kami memastikan bahwasanya travel umrah dan maskapai itu harus memenuhi tanggung jawab mereka, terutama terkait dengan penjadwalan ulang," ucap Wamenhaj.



Pemerintah, lanjutnya, akan terus memantau, terutama hak-hak jamaah umrah yang harus dipenuhi oleh maskapai maupun agen perjalanan, termasuk bagi jamaah yang terdampak kembali ke daerah masing-masing.

"Sebagian kemarin ditampung di Asrama Haji Cipondoh, kemudian ada yang kembali kemarin ke daerah masing-masing, baik itu di Jawa maupun di Sumatera. Namun kemudian pihak travel dan maskapai yang menangani jamaah umrah itu harus tetap menjamin penjadwalan ulang mereka," kata Wamenhaj Dahnil.

Per hari ini (8/9) Bandara Soekarno-Hatta Tangerang sudah dibuka, dimana penerbangan untuk membawa jamaah umrah sesuai dengan jadwal.

"Bisa lebih dari 15 ribuan ya yang dari Bandara Soekarno-Hatta. Jadi kita pastikan tidak ada penambahan biaya terkait ini. Jadi penjadwalan ulang itu harus dilakukan segera mungkin," ucap Wamenhaj.