Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial mencatat sebanyak 4.330.417 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru masuk dalam desil 1 hingga desil 4 kini resmi menerima bantuan sosial berkat pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) per triwulan kedua tahun ini.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, mengatakan penambahan jutaan KPM baru tersebut merupakan hasil konsolidasi data berkelanjutan yang dilakukan pemerintah sejak dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025.
"Sejak itulah BPS diberi tugas oleh Bapak Presiden untuk menjadi pengelola data tunggal. Sementara kementerian, lembaga, dan pemda diwajibkan membantu pemutakhiran data untuk diverifikasi dan disetarakan sesuai ukuran BPS, kemudian disajikan dalam pemeringkatan relatif desil 1 sampai desil 10," kata dia.
Dia menjelaskan, peralihan rujukan data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Regsosek BPS ke sistem DTSEN mulai diimplementasikan secara intensif sejak triwulan II tahun 2025 melalui kolaborasi erat, termasuk dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) serta pemerintah daerah.
Melalui integrasi data tunggal tersebut, evaluasi dan penataan ulang penerima manfaat dilakukan secara berkala setiap triwulan pada seluruh program bantuan utama, mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Sembako, hingga Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN.
Proses perbaikan data penerima manfaat secara berkala oleh BPS dan Kementerian Sosial terus membuahkan penambahan KPM baru secara bertahap.
Pusat Data Informasi Kementerian Sosial melaporkan penambahan tersaring mulai dari 1,3 juta penerima baru pada triwulan II/2025, meningkat 1,6 juta penerima pada triwulan III/2025, hingga saat ini akumulasi total mencapai lebih dari 4,33 juta keluarga prasejahtera yang sebelumnya tidak tersentuh bantuan.
Saifullah menegaskan bahwa KPM baru yang terakomodasi mayoritas berada di desil 1 (kelompok masyarakat sangat miskin) yang selama ini terlewat dari pencatatan daerah, namun kini tervalidasi melalui potret profil kemiskinan berbasis Regsosek.
Mereka masuk dalam sasaran KPM bantuan sosial PKH dan BPNT periode penyaluran triwulan ketiga (Juli-Semptember) yang kuota keseluruhannya mencapai lebih dari 18 juta KPM.
"Nah, siapa profil penerima baru daripada bantuan sosial tersebut? Ini beberapa contohnya. Mistam Riswandi, desil 1, Bansos yang diterima PKH, Sembako dari Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya dia tidak dapat. Juriah, desil 1, sebelumnya ini tidak dapat, tapi sekarang dapat berkat yang telah dimutakhirkan," ungkapnya menjabarkan.
Saifullah menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerin Sosial - BPS memastikan pemutakhiran data tunggal perlindungan sosial akan terus diperbarui secara berkala guna menjamin penyaluran seluruh skema bansos dan subsidi pemerintah makin presisi serta tepat sasaran.





