TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pembangunan sekolah pengganti SDN 026 Bojongloa di Kompleks Cibaduyut Permai , RW 02, Kelurahan Cibaduyut Kidul, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung dipastikan sudah mulai dilaksanakan.
Seperti diketahui, sekolah pengganti tersebut dibangun kerena SDN 026 Bojongloa sengketa lahan. Ahli waris bernama Agus Pribadi dan Tata mengklaim kepemilikan lahan SDN 026 Bojongloa ke pengadilan pada 2017 silam.
Setelah perkaranya bergulir hingga tingkat peninjauan kembali (PK) pada tahun 2022, Pemkot Bandung kalah dan akhirnya harus merelakan lahan sekolah tersebut menjadi milik ahli waris, sehingga pemerintah pun harus membangun sekolah pengganti.
"Sudah mulai sejak hari Senin. Ketika Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pada hari Senin sudah keluar, maka hari Senin juga langsung dilaksanakan semua kepentingan konstruksinya," ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Cibaduyut, Selasa (8/9/2026).
Farhan mengatakan, pembangunan sekolah pengganti itu membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.
Sehingga, pada tahun 2027 dipastikan sudah rampung dan semua siswa yang kini direlokasi ke SDN 148 Cibaduyut sudah bisa menempati sekolah baru.
Baca juga: Siswa SDN 026 Cibaduyut Bandung Ditargetkan Direlokasi ke SDN 148 Cibaduyut Mulai 4 September 2026
"Tapi kita memperhatikan beberapa standar-standar juga yang ditentukan oleh pemerintah pusat mengenai kelayakan gedung sekolah anak-anak," katanya.
Dalam proses pembangunan itu, kata Farhan, tidak hanya ruang kelasnya yang harus baik dan juga kuat, tetapi sarana pendukungnya harus layak untuk digunakan oleh siswa, salah satunya toilet untuk siswa dan guru sesuai dengan pesan dari presiden.
Sementara terkait adanya penolakan dari warga karena kompleks mereka akan macet, Farhan menganggap hal tersebut bukan sebuah penolakan karena warga di sana juga merupakan warga Kota Bandung yang memiliki hati untuk siswa.
"Saya yakin itu bukan penolakan, tapi hanya perlu penyesuaian bahwa ada kekhawatiran akan menimbulkan kemacetan, ketidaknyamanan, saat masa pembangunan proyek seperti banyak debu dan lain-lain."
"Itu akan kita perhatikan dan kita pastikan tingkat gangguannya sedikit sekali lah, seminimal mungkin, itu yang pasti," ujar Farhan.
Seperti diketahui, lahan untuk pembangunan SDN 026 Bojongloa tersebut merupakan lahan kosong yang luas seperti lapangan dan lokasinya berada di dalam Kompleks Cibaduyut Permai.
Lahan seluas 4.000 meter persegi itu dikelilingi tembok dan sudah terdapat plang pengumuman pembangunan dengan nilai kontrak Rp 15.780.780.000.
Sedangkan pelaksana proyeknya PT Pancarona Mitra Abadi dan konsultan supervisi PT Graha Mitra Konsultan.(*)