Laporan Wartawan TribunPriangan.com Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Sumedang pada Musda XI, Ari Budiman, membawa target politik yang cukup besar jika mendapat mandat memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.
Ari ingin Golkar kembali menempatkan kadernya sebagai Bupati Sumedang. Target itu dinilainya penting setelah pascareformasi belum ada kader Golkar yang berhasil menduduki kursi kepala daerah di Kabupaten Sumedang.
Hal tersebut disampaikan Ari saat diwawancara Tribun, di Jatinangor National Golf, Selasa (8/9/2026).
"Jelas pascareformasi, Golkar tidak pernah ada yang menjadi Bupati dari Golkar di Sumedang. Ini tidak main-main lagi, bahwa target menempatkan kadernya menjadi bupati adalah target utama," ujar Ari.
Menurut dia, pengalaman para senior Golkar Sumedang akan tetap menjadi pijakan dalam membangun partai ke depan.
Baca juga: Dapat Mandat 23 PK Golkar, Ari Budiman Mantap Maju Musda XI DPD Golkar Sumedang
Program dan langkah yang dinilai berhasil akan dipertahankan. Sementara berbagai kekurangan akan dievaluasi untuk mencari penyebab dan solusi.
"Apa yang telah dilakukan senior yang baik sebelumnya akan kita ikuti, yang dinilai kurang akan dievaluasi. Apakah kurang diberi ruang? Apakah mesin logistik menjelang pilkada kurang optimal? Banyak variabel," katanya.
Ari mengatakan, target tersebut tidak hanya berlaku untuk pemilihan kepala daerah. Golkar juga harus memperkuat posisi politiknya dalam Pemilu Legislatif.
"Baik Pileg maupun Pilkada, ke depan tentu targetnya adalah menempatkan kader menjadi Bupati di Sumedang," ujarnya.
Untuk menghadapi Pilkada, Ari mengatakan figur yang nantinya mendapat rekomendasi harus memiliki rekam jejak, reputasi, dan kapabilitas yang memadai.
Menurutnya, kader yang memiliki kemampuan dan diterima masyarakat harus dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Di sisi lain, Ari menilai Golkar juga menghadapi tantangan untuk mendekatkan diri dengan pemilih muda, terutama generasi milenial dan Gen Z.
Ia melihat sebagian anak muda saat ini cenderung tidak memberikan perhatian besar terhadap politik. Padahal, menurut Ari, kepentingan dan aspirasi anak muda membutuhkan saluran politik agar dapat diperjuangkan.
"PR dari partai hari ini adalah bagaimana kemudian bisa diterima oleh para pemilih milenial dan Gen Z. Mereka saat ini banyak yang cenderung tidak memberikan perhatian kepada politik," katanya.
Karena itu, ia ingin mengubah pendekatan Golkar agar lebih mudah diterima kalangan muda. Menurut Ari, politik perlu diperkenalkan dengan cara yang lebih relevan sehingga anak muda tidak merasa berjarak dengan partai politik.
"Maka, kita harus kenalkan politik agar diterima kalangan muda," ujarnya.
Jika terpilih memimpin Golkar Sumedang, Ari berkomitmen membawa partai tersebut menjadi organisasi politik yang lebih modern dan terbuka bagi berbagai kelompok masyarakat.
"Di bawah kepemimpinan saya nanti, Golkar akan saya bentuk menjadi partai modern yang diterima semua kalangan," katanya.(*)