Laporan wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aksi kekerasan dilakukan oleh seorang jukir di Surabaya, dan viral di media social.
Tampak kedua pria saling berkelahi di pinggir jalan raya, hingga menjadi perhatian para warganet.
Informasi yang dihimpun, lokasi kejadian tersebut berada di depan minimarket Jalan Dharmahusada, Kota Surabaya, Senin siang (7/9/2026).
Diketahui, insiden perkelahian itu viral setelah korban bernama Immanuel, mengunggah video ke media sosial.
Immanuel menceritakan, peristiwa ini terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Mulanya ia hendak keluar dari minimarket, Jalan Dharmahusada, Kota Surabaya.
Tak selang beberapa lama dia didatangi juru parkir, dan meminta uang parkir. Padahal, minimarket tersebut bertuliskan Parkir Gratis.
Baca juga: Gate Parkir Alun-Alun Kota Batu Beroperasi, Jukir Baru Boleh Tarik Uang Karcis Setelah Jam 9 Malam
“Waktu mau putar balik, dia (juru parkir) lari-lari mau minta uang, tapi saya tahu dia jukir liar karena di mini market jelas-jelas parkir gratis,” kata Immanuel, Selasa (8/9/2026).
Awalnya, Immanuel menghiraukannya. Namun, juru parkir tersebut tiba-tiba mengumpat sembari mengacungkan jari tengah kepadanya.
“Akhirnya saya buka kaca, saya tanya maksudmu apa?. Akhirnya adu mulut, terus tiba-tiba dia nahan pintu jendela mobil saya,” ungkapnya.
Emosi Immanuel memuncak ketika juru parkir itu meludahinya, hingga mengenai bagian mukanya.
Namun karena dia mau menjemput teman, akhirnya ia memilih meninggalkan lokasi. Meski begitu Immanuel akhirnya kembali lagi ke minimarket.
“Sekitar pukul 14.00 WIB kembali ke minimarket, saya berniat untuk menuntaskan masalah dengan oknum jukir tersebut,” terangnya.
“Saya membawa teman saya, Marvel, yang berniat membantu mediasi kedua belah pihak,” imbuhnya.
Immanuel mulanya menyampaikan permasalahan secara baik baik. Akan tetapi, respons juru parkir mengundang amarah.
“Terus saya bilang loh kan parkir di sini memang gratis, maksudmu apa?’ tapi dia masih ngegas. Terus saya sempat lihat HP, tiba-tiba dia pukul wajah saya,” katanya.
Dirinya mengaku menerima pukulan di bagian kepala, wajah, dan kaki. Pertengkaran pun tidak terhindarkan.
Tidak lama kemudian, warga sekitar ikut meleraikan kedua pihak. Immanuel bersama temannya langsung melapor ke Polsek Gubeng.
Immanuel mengaku cukup sering mendatangi mini market itu, tapi baru kali ini ia mendapatkan kekerasan fisik.
“Sekitar 10 kali saya pernah datang ke tempat sana, baru dua kali saya bertemu dia, tapi baru kali ini sampai adu fisik,” terangnya.
Dia berharap kejadian tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat maupun petugas terkait agar lebih ketat dalam mengamankan jukir liar.
“Masalah jukir kan memang sudah jadi masalah lama di Surabaya. Jadi memang ini buat himbauan juga edukasi ke depannya supaya tidak ada hal-hal seperti ini lagi,” tandasnya..
Sekitar pukul 15.00, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Pasukan Marinir II (Pasmar II) dan ditindaklanjuti oleh Sat. Samapta dan Sat. Reskrim Polrestabes Surabaya.
Sementara itu, oknum jukir liar tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian dan dilakukan proses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com