TRIBUNJAKARTA.COM - Mansyur, ayah pewarta foto Antara, M Bagus Khoirunnas mengungkapkan sosok anak tunggalnya.
Bagus dilaporkan hilang kontak bersama empat jurnalis lainnya saat menumpangi speedboat menuju perairan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda.
Kapal yang membawa total delapan orang tersebut kehilangan sinyal sejak Senin (7/9/2026) sore dan hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR gabungan.
Mansyur mengungkapkan bahwa anaknya Bagus merupakan sosok anak yang baik dan pekerja keras.
Sejak bergabung ke Media Antara sebagai jurnalis foto sekitar tahun 2018. Banyak karya yang telah anaknya hasilkan hingga saat ini.
"Dia ini sosoknya emang pekerja keras. Dari dulu, mau kondisi apapun, dia ke lokasi buat foto," ungkapnya.
"Apalagi dia kan wartawan foto yang dibayar kalo fotonya tayang. Kalo gak tayang kan ngga dibayar," sambungnya.
Selain dikenal sebagai pekerja keras, Bagus dikenal sebagai sosok yang berprestasi.
Sejumlah penghargaan hingga juara telah ditorehkan dalam berbagai ajang perlombaan foto.
Bahkan hasil karya foto terakhir soal Gunung Anak Krakatau diunggah dalam akun Instagram Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Mansyur berharap anak semata wayangnya bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat.
"Kita berdoa aja, semoga anak saya selamat. Kondisinya sehat, semoga tim SAR bisa menemukan anak saya dengan selamat," ungkapnya.
Mansyur yang juga seorang wartawan senior mengaku kaget mendengar kabar mengenai anak tunggalnya.
Ia mengaku baru mengetahui musibah yang menimpa anak tunggalnya dari informasi di grup Basarnas Banten.
Mansyur mengaku kaget saat pertama kali mendengar kabar musibah tersebut melalui grup pesan Basarnas Banten.
"Saya gak tahu info kalo dia (Bagus) mau liputan ke sana (Gunung Anak Krakatau). Saya tahunya tadi siang di group Basarnas rame," kata Mansyur di Kota Serang, Selasa (8/9/2026).
Wartawan senior itu mengaku sempat khawatir, ketika tahu kabar anaknya hilang kontak.
Informasi itu ia dapatkan dari group Basarnas Banten, soal laporan adanya jurnalis yang disebut hilang kontak saat tengah meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Ke saya mah enggak ngasih tahu. Mungkin cuma istrinya saja yang tahu," kata Mansyur
Sementara itu, operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak akan kembali dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026).
Tim SAR gabungan memutuskan menghentikan sementara pencarian pada Selasa malam setelah melakukan penyisiran sepanjang hari di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan rombongan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan area pencarian pada hari kedua akan diperluas untuk meningkatkan peluang menemukan para korban.
"Rencananya besok tim akan memperluas area pencarian dari mulai Carita sampai ke Gunung Anak Krakatau," ujar Kepala Basarnas Banten Al Amrad kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Pada hari pertama operasi, Basarnas Banten mengerahkan dua tim pencarian. Tim pertama menggunakan Rescue Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pandeglang dengan kekuatan enam personel, sedangkan tim kedua menggunakan KN SAR 247 Tetuka yang melibatkan sekitar 20 personel.
Tim SAR menyisir sejumlah lokasi mulai dari titik awal hilangnya kontak hingga kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Meski telah dilakukan pencarian intensif, keberadaan rombongan jurnalis maupun kapal yang mereka tumpangi masih belum ditemukan.
"Pada Pukul 18.15 WIB tim kami sudah balik dari lokasi, dan akan dilanjutkan besok pagi," kata Amrad.
Sebelumnya, kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.
Berdasarkan data Basarnas Banten, kapal tersebut membawa tujuh orang, terdiri dari lima jurnalis, satu nahkoda, dan satu anak buah kapal (ABK).
Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak yakni M. Bagus Khoirunnas (Fotografer Antara Banten), Ari Basuki (Jurnalis Merdeka), Yudhis (Jurnalis iNews), Daus (Jurnalis Anadolu), dan Donal (Jurnalis freelance).
Basarnas Banten menerima laporan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB dari Bayu Antara Banten.
Komunikasi terakhir tercatat pada Senin (7/9/2026) pukul 14.42 WIB.
Saat itu, salah satu jurnalis mengirimkan posisi terkini kepada jurnalis di Lampung bernama Abay.
Namun, pada pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan kapal tersebut terputus. Titik koordinat komunikasi terakhir berada di 6°14'40.52"S 105°40'49.48"E, atau sekitar 9,98 mil laut dari daratan.
(TribunJakarta.com/TribunBanten)
Baca juga: BMKG Sebut Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tak Lagi Mengarah ke Jakarta, Tapi Masih Level Siaga
Baca juga: Daftar Bandara yang Kembali Dibuka Usai Tutup karena Abu Vulkanik, Bandara Soetta Termasuk?
Baca juga: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Menjauh dari Jakarta, Warga Tetap Diminta Waspada