Cara Mudah Cek Desil DTSEN Cuma Pakai NIK KTP, Ketahui Peluang Dapat Bansos
Vigestha Repit Dwi Yarda September 09, 2026 10:03 AM

BANGKAPOS.COM – Masyarakat kini bisa mengecek posisi desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online hanya dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Pengecekan ini dapat dilakukan melalui layanan resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos) tanpa harus mendatangi kantor pemerintahan.

Informasi desil penting diketahui karena menunjukkan posisi relatif kondisi sosial ekonomi sebuah keluarga.

Data tersebut juga menjadi salah satu bahan yang dapat digunakan pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai program perlindungan sosial.

Baca juga: Kisah Penumpang Pesawat Menunggu Penerbangan, Tiga Malam Tidur di Ruang Tunggu Soekarno Hatta

Lantas, bagaimana cara mengetahui desil DTSEN menggunakan NIK KTP dan apa arti dari masing-masing kelompok desil?

Apa Itu Desil DTSEN?

Desil merupakan pemeringkatan keluarga berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi. Dalam sistem ini, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 tingkatan, mulai dari desil 1 hingga desil 10.

Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah. Sebaliknya, desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Penentuan posisi tersebut tidak hanya melihat besaran pendapatan. Berbagai kondisi keluarga dapat menjadi indikator, seperti pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi tempat tinggal, penggunaan listrik, kepemilikan aset, serta faktor sosial ekonomi lainnya.

Posisi desil juga dapat berubah. Ketika kondisi keluarga mengalami perubahan atau data diperbarui, hasil pemeringkatan dapat ikut berubah.

Langkah Cek Desil Bansos dengan NIK

Mengecek data desil dapat dilakukan menggunakan ponsel maupun komputer selama perangkat terhubung dengan internet.

Berikut tahapan yang bisa dilakukan:

Buka browser melalui ponsel, laptop, atau komputer.
Masuk ke situs resmi Cek Bansos Kemensos.
Masukkan NIK sebanyak 16 digit sesuai KTP.
Ketik kode captcha yang tersedia.
Pilih tombol "CARI DATA".
Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian.
Jika data berhasil ditemukan, halaman tersebut dapat menampilkan informasi terkait keluarga, termasuk posisi desil dan status bantuan sosial. Keterangan mengenai periode penyaluran juga dapat muncul apabila tersedia di dalam sistem.

Arti Desil 1 hingga Desil 10

Secara sederhana, angka desil menggambarkan posisi suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya dalam pemetaan sosial ekonomi.

Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi relatif kesejahteraannya. Sementara angka yang lebih tinggi menunjukkan posisi relatif yang lebih tinggi.

Gambaran umumnya sebagai berikut:

Desil 1: sekitar 10 persen kelompok dengan posisi kesejahteraan relatif paling rendah.
Desil 2: kelompok yang berada di atas desil 1.
Desil 3: kelompok berikutnya dalam urutan pemeringkatan.
Desil 4: termasuk kelompok 40 persen terbawah.
Desil 5: berada di kelompok menengah bawah.
Desil 6 sampai 10: mencakup kelompok dengan posisi sosial ekonomi relatif menengah hingga lebih tinggi.
Perlu dicatat, desil merupakan peringkat relatif, bukan angka yang secara langsung menyatakan besaran pendapatan atau jumlah bantuan yang diterima seseorang.

Apakah Desil Menjamin Mendapat Bansos?

Memiliki desil rendah tidak otomatis membuat seseorang menjadi penerima bantuan sosial.

Setiap program mempunyai persyaratan dan mekanisme penetapan penerima yang berbeda. Karena itu, posisi desil hanya menjadi salah satu informasi dalam proses penentuan sasaran.

Mengacu pada informasi layanan Cek Bansos Kemensos, keluarga yang berada pada desil 1 sampai 4 atau kelompok 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai sasaran Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako.

Sementara itu, keluarga pada desil 5 dapat diusulkan menjadi peserta PBI-JK.

Meski demikian, status desil tersebut bukan jaminan bantuan pasti diterima. Calon penerima tetap harus memenuhi persyaratan program yang berlaku.

Jika Desil Tidak Sesuai, Bagaimana?

Hasil pemeringkatan bisa saja tidak lagi menggambarkan kondisi terbaru sebuah keluarga. Hal ini dapat terjadi karena adanya perubahan pekerjaan, pendapatan, jumlah anggota keluarga, tempat tinggal, maupun kepemilikan aset.

Apabila kondisi yang tercatat dianggap tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan pemutakhiran data melalui jalur resmi.

Pengajuan dapat dilakukan melalui pemerintah desa atau kelurahan maupun dinas sosial. Jika layanan pengajuan tersedia, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi Cek Bansos.

Perubahan data tidak berarti posisi desil akan langsung berubah. Data yang diajukan terlebih dahulu perlu melalui proses verifikasi dan pemutakhiran sebelum menjadi dasar penghitungan berikutnya.

Karena itu, masyarakat sebaiknya memastikan data kependudukan dan informasi sosial ekonomi keluarga selalu diperbarui ketika terjadi perubahan.

Waspadai Penyalahgunaan NIK

NIK merupakan data pribadi sehingga penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati.

Masyarakat disarankan melakukan pengecekan hanya melalui situs atau aplikasi resmi pemerintah. Jangan memasukkan NIK, mengunggah foto KTP, atau memberikan data pribadi lainnya pada situs yang tidak diketahui kredibilitasnya.

Menggunakan kanal resmi bukan hanya membantu mendapatkan informasi yang lebih tepat, tetapi juga mengurangi risiko data pribadi digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

(Bangkapos.com/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.