Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Petakan Jalur Evakuasi
Idham Khalid September 09, 2026 10:05 AM

 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mematangkan skema pengamanan MotoGP Mandalika 2026. Sejumlah jalur evakuasi, jalur escape, titik penanganan aksi terorisme hingga kesiapan safe house di kawasan KEK Mandalika menjadi perhatian kepolisian menjelang pelaksanaan Operasi Mandalika Rinjani 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh jalur dan titik pengamanan siap digunakan apabila terjadi kondisi darurat selama rangkaian ajang internasional MotoGP Mandalika.

Pematangan skema pengamanan dilakukan melalui survei lapangan yang melibatkan personel Biroops Polda NTB, Satbrimob Polda NTB, serta Bagian Operasi Polres Lombok Tengah, Senin (7/9/2026).

Tim menyusuri jalur mulai dari kawasan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) hingga kawasan Sirkuit Mandalika. Pemeriksaan difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai membutuhkan kesiapan khusus untuk mendukung proses evakuasi maupun pengamanan dalam kondisi darurat.

Baca juga: Jelang MotoGP Mandalika 2026, Pemprov NTB Siapkan Penerbangan Ekstra dan Evaluasi Tarif Akomodasi

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid mengatakan survei tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Mandalika Rinjani 2026.

“Survei ini dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan pengamanan event MotoGP Mandalika. Pengamanan event tersebut diberi nama Operasi Mandalika Rinjani 2026 untuk menyukseskan dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).

Dari hasil survei, kepolisian menemukan sejumlah hal yang perlu segera dibenahi. Di antaranya penambahan ploting personel di seputaran luar BIZAM, penerangan di sepanjang jalur evakuasi dan escape di kawasan bandara, serta perbaikan sejumlah titik jalan rusak, termasuk pada bagian overpass.

Selain infrastruktur pendukung, Polda NTB juga mematangkan skema pengerahan Pasukan Huru-Hara (PHH) serta penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat yang melibatkan tamu VVIP.

Dalam skenario tersebut, tamu VVIP yang menghadapi ancaman keselamatan akan segera diamankan menuju safe house. Selanjutnya, proses evakuasi dilakukan oleh tim Gegana sesuai skema pengamanan yang telah disiapkan.

Kombes Pol Mohammad Kholid menegaskan, berbagai hasil survei tersebut menjadi bahan evaluasi kepolisian untuk memastikan potensi kerawanan dapat diantisipasi sebelum Operasi Mandalika Rinjani 2026 berlangsung.

“Kegiatan survei ini kita lakukan agar dalam proses pengamanan MotoGP Mandalika nantinya dapat berjalan aman dan lancar. Keamanan ini penting karena tidak hanya untuk menjaga keselamatan orang, tetapi juga menyangkut citra positif daerah dan negara selaku tuan rumah penyelenggara,” tutupnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.