Misteri 5 Jurnalis Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Sempat Beri Kabar Sebelum Menghilang
Fadhila Rahma September 09, 2026 11:27 AM

 

SRIPOKU.COM - Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).

Kelima jurnalis tersebut diketahui berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB.

Namun, komunikasi dengan rombongan terputus setelah mereka sempat menghubungi rekan jurnalis di Lampung.

Basarnas baru menerima laporan terkait hilangnya kontak kelima jurnalis tersebut pada Selasa (8/9/2026) pukul 13.55 WIB.

Informasi awal diterima Basarnas dari Bayu, jurnalis Antara.

Berangkat dari Carita, Hilang Kontak di Perjalanan

Berdasarkan informasi yang diterima Basarnas, rombongan jurnalis sempat melakukan komunikasi dengan rekan jurnalis dari Lampung sekitar pukul 14.42 WIB.

Saat itu, posisi mereka disebut berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Namun, setelah komunikasi tersebut, kontak dengan rombongan terputus.

Informasi terakhir yang diperoleh tim SAR berasal dari istri seorang pemandu yang ikut dalam speedboat tersebut. Dari informasi itu, rombongan diketahui masih berada di sekitar Gunung Anak Krakatau pada pukul 18.13 WIB.

"EJadi gini, kami terima info itu pada pukul 13.55 Indonesia Barat dari Bapak Bayu dari jurnalis Antara ya, pada Selasa tanggal 8 September 2026," ujar pihak Basarnas dalam keterangan yang disampaikan dalam video yang dikutip TribunTrends dari kanal YouTube Kompas.com, Rabu (9/9/2026).


Basarnas Langsung Kerahkan Tim SAR

Setelah menerima laporan, Basarnas kemudian melakukan koordinasi dan menggali informasi lebih lanjut mengenai keberadaan rombongan.

Unit SAR Pandeglang menjadi tim terdekat yang dikerahkan untuk melakukan pencarian.

"Setelah kami terima info tersebut, yang terdekat itu adalah Unit SAR Pandeglang," kata pihak Basarnas.

Koordinasi dilakukan sekitar pukul 14.15 WIB. Selanjutnya, satu unit kapal dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar titik terakhir ketika rombongan diketahui masih berkomunikasi.

Tim SAR kemudian menyisir wilayah pencarian hingga ke Pulau Rakata dan Pulau Anjang. Namun, pencarian pada hari tersebut belum menemukan keberadaan kelima jurnalis.

"Tim kami sudah balik dari lokasi dan melakukan pencarian sampai dengan Pulau Rakata dan Pulau Anjang, dengan hasil sampai saat ini masih seperti itu," ujarnya.

Libatkan Puluhan Personel

Dalam operasi pencarian, Basarnas mengerahkan sejumlah personel dan armada. Selain satu unit dari Unit SAR Pandeglang, pencarian juga melibatkan satu kapal dengan kapasitas 40 meter yang disebut membawa sekitar 20 personel.

Sementara itu, tim Unit SAR Pandeglang yang menggunakan kapal jenis RIB juga dikerahkan dengan sejumlah personel.

"Untuk hari ini kami melibatkan satu unit RIB dari Pandeglang dan menggerakkan satu kapal yang 40 meter, dengan jumlah personel di kapal tersebut kurang lebih 20 orang," jelasnya.

Tim dari Unit SAR Pandeglang disebut berjumlah sekitar enam orang.

Area Pencarian Akan Diperluas

Basarnas memastikan pencarian akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Area pencarian juga akan diperluas dengan mempertimbangkan hasil evaluasi dari operasi sebelumnya.

"Untuk perencanaan besok tetap mungkin kita perluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung," kata pihak Basarnas.

Selain memperluas wilayah pencarian, tim juga akan kembali mempelajari rute perjalanan dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Kondisi cuaca menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu dan pola pencarian. Tim SAR akan berupaya menyesuaikan operasi dengan kondisi cuaca yang dinilai dapat berubah dan berpotensi tidak kondusif pada siang hari.

Basarnas juga melakukan pemulihan personel sebelum kembali melanjutkan operasi pencarian. Hingga informasi dalam video tersebut disampaikan, keberadaan lima jurnalis yang hilang kontak belum diketahui.

Identitas Lima Jurnalis yang Hilang

Kelima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut yakni M. Bagus Koirunas, fotografer Antara Banten; Ari Basuki, jurnalis Merdeka; Yudis, jurnalis Ainus; Daus, jurnalis Anadolu; serta Donald, jurnalis freelance.

Kapal tersebut membawa tujuh orang, selain lima jurnalis tersebut, ada pula satu nakhoda, dan satu anak buah kapal (ABK).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.