TRIBUNTRENDS.COM - Ayu Ting Ting membagikan cerita mengenai kehidupan putrinya, Bilqis Khumairah Razak, yang kini bersekolah di sebuah sekolah internasional di Jakarta. Hal tersebut diungkap Ayu saat berbincang bersama Ivan Gunawan dalam program Butik Haji Igun. Dalam kesempatan itu, Ayu mengaku bangga melihat perkembangan Bilqis setelah pindah sekolah.
Menurut Ayu, keputusan memindahkan Bilqis bukan semata-mata soal pendidikan, tetapi juga agar putrinya memiliki wawasan lebih luas dan kesempatan bersosialisasi dengan lingkungan yang beragam.
Ayu mengatakan Bilqis sebelumnya sudah mengenal lingkungan sekolah internasional sejak taman kanak-kanak. Namun, ketika memasuki jenjang SMP, ia merasa sudah waktunya putrinya mendapatkan pengalaman baru.
"Karena enggak dari SD sebenarnya dari TK sudah internasional, cuma kan pasti di Depok. Cuma karena sekarang mikir kayak di mana itu Depok?" ujar Ayu, dikutip TribunTrends dari kanal YouTube C8 Podcast, Rabu (9/9/2026).
Ayu kemudian memilih sejumlah sekolah di Jakarta. Namun, keputusan akhir tetap mempertimbangkan keinginan Bilqis.
"Jangan cuma di Depok-depok aja gitu, maksudnya biar dia punya teman banyak, bisa bersosialisasi yang lebih gitu. Jadi makanya aku carikan sekolah di Jakarta. Tadinya memang ada beberapa pilihan, tapi ya memang Bilqis memilihnya itu," kata Ayu.
Demi mendukung pendidikan sang putri, Ayu juga memutuskan pindah ke Jakarta. Rumah yang ditempatinya tersebut sebenarnya sudah dibeli sekitar dua tahun sebelumnya, tetapi baru digunakan ketika Bilqis mulai masuk SMP.
Baca juga: Curhat Umi Kalsum Tuai Kritik, Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Diisukan Retak, Ini Klarifikasinya
Bagi Bilqis, perpindahan sekolah tersebut menjadi pengalaman baru. Ia kini belajar bersama teman-teman dari berbagai negara. Dalam perbincangan dengan Ivan Gunawan, Bilqis menyebut ada teman yang berasal dari Jepang, India, Korea, dan negara lainnya.
Bahasa Inggris juga menjadi bahasa yang banyak digunakan dalam lingkungan sekolahnya.
"Yeah," jawab Bilqis ketika ditanya apakah dirinya menggunakan bahasa Inggris di sekolah.
Ia juga menjelaskan bahwa para gurunya menggunakan bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar.
Ayu mengaku sempat merasa khawatir ketika pertama kali bertemu guru Bilqis yang berasal dari Australia. Namun, kekhawatiran itu berubah menjadi rasa bangga ketika ia melihat Bilqis mampu berkomunikasi dengan sang guru menggunakan bahasa Inggris. Ayu bahkan merasa kemampuan tersebut menunjukkan putrinya sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
"Dia nyautin, dia bangga deh. Hati sedih deh, Pam, dengarnya dia nyerocos gitu sama orang. Ya Allah, berarti dia bisa nih bawa gua keliling dunia," tutur Ayu.
Selain pendidikan formal, Bilqis juga mengikuti sejumlah kegiatan di sekolah barunya. Ia menyebut seni dan musik sebagai bidang pelajaran yang paling diminatinya. Sekolah tersebut juga menyediakan kegiatan teater.
Untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tertentu, Bilqis harus terlebih dahulu menjalani audisi.
"Jadi dia di audisi. Jadi dia enggak bisa sembarangan masuk school yang dia pilih. Dia harus dicek dulu bakatnya tuh benar-benar atau enggak," kata Ayu.
Mulai September, Bilqis dijadwalkan mengikuti dua kegiatan, yakni renang dan bola voli. Selain itu, Bilqis juga masih menjalani kegiatan lain seperti piano dan bulu tangkis.
Dalam kesempatan tersebut, Ayu juga menceritakan cara dirinya mengajarkan Bilqis untuk memahami penggunaan uang. Karena sekolah menyediakan fasilitas kantin, Ayu memberikan kartu yang dapat digunakan Bilqis untuk kebutuhan makan di sekolah. Namun, penggunaannya tetap dibatasi untuk periode tertentu.
"Kalau sekarang dia kan karena sekolahnya di kantin, dia pakai kartu, jadi aku kasih kartu. Tiga bulan segini ya aku," ujar Ayu.
Ia mengatakan Bilqis belum sepenuhnya memahami nilai uang, sehingga Ayu perlu memberikan batasan agar putrinya belajar mengatur pengeluaran.
Meski demikian, Ayu menilai Bilqis bukan tipe anak yang berlebihan ketika membeli pakaian. Ia justru lebih mudah tertarik dengan berbagai pernak-pernik dan barang kecil yang dianggap lucu.
Memasuki usia remaja, Bilqis ternyata juga mulai memperhatikan perawatan kulit. Ia mengaku menggunakan skincare sebelum berangkat sekolah, terutama untuk menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
"Karena biar moisturize gitu mukanya, biar enggak kering. Biar mukanya protected," kata Bilqis.
Ayu bahkan mengaku putrinya lebih mengetahui produk skincare dibanding dirinya.
"Justru anak ini jauh lebih pintar dibanding saya dalam memilih skincare," ujar Ayu.
Ayu menjelaskan, Bilqis memiliki kulit yang sensitif sehingga tidak bisa sembarangan menggunakan produk perawatan.
Karena itu, sebelum mencoba produk tertentu, Bilqis terlebih dahulu meminta izin kepada Ayu. Ayu juga berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan produk tersebut aman digunakan.
Bilqis bahkan selalu membawa sunscreen di dalam tas sekolahnya dan menggunakannya kembali setelah melakukan aktivitas di luar ruangan.
Di balik kesibukan masing-masing, Ayu dan Bilqis mengaku memiliki hubungan yang cukup dekat. Keduanya sering membicarakan berbagai hal, termasuk kehidupan sehari-hari.
Ayu juga berusaha mengajarkan Bilqis untuk terbuka dan menceritakan apa pun yang sedang dialaminya.
"Gua mengajarkan dia untuk apa pun itu terbuka gitu. Saling cerita. Even dia lagi gimana, gua lagi gimana pasti cerita gitu," ujar Ayu.
Meski terkadang berbeda pendapat, Ayu menyebut mereka tidak pernah bertengkar dalam persoalan serius.
"We never fight," kata Bilqis.
Namun, Bilqis mengakui ada satu hal yang terkadang membuatnya tidak nyaman, yakni ketika Ayu pulang bekerja dalam keadaan lelah dan dianggap mudah marah. Ayu pun menyadari bahwa dirinya dan Bilqis memiliki karakter yang hampir sama, termasuk kecenderungan berbicara dengan nada yang terdengar tegas.
Menutup perbincangan, Ivan Gunawan memberikan pesan kepada Bilqis agar bersungguh-sungguh menjalani pendidikan. Ia mengingatkan Bilqis untuk tidak langsung membenci pelajaran yang dianggap sulit.
"Kalau kamu enggak suka, kamu makin enggak suka, makin enggak suka, makin enggak suka. Jadi kalau lagi sekolah tuh berusaha untuk enggak usah suka banget, tapi suka aja. Jadi Bilqis bisa dapat semua ilmunya," pesan Ivan Gunawan.
Bagi Ayu, perjalanan pendidikan Bilqis menjadi salah satu hal yang membuatnya bangga sebagai seorang ibu. Ia berharap putrinya dapat tumbuh menjadi anak yang mandiri, memiliki wawasan luas, dan mampu menentukan masa depannya sendiri.
(TribunTrends)