Apel Tanggap Darurat Digelar, Pemkab Pasangkayu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi El Nino dan Karhutla
Abd Rahman September 09, 2026 12:04 PM

 

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Pemerintah Kabupaten Pasangkayu menggelar Apel Tanggap Darurat Bencana dalam rangka menghadapi cuaca ekstrem, dampak El Nino, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasangkayu, Rabu (9/9/2026).

Pantauan Tribun-Sulbar.com, apel berlangsung dengan melibatkan sejumlah instansi yang tergabung dalam penanganan kebencanaan, di antaranya BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Basarnas, TNI, Polri, hingga Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Apel dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pasangkayu, Suhardi.

Baca juga: Bertambah, Polisi Periksa 3 Orang Terduga Pelaku Pembakaran Lahan di Mamuju

Baca juga: Erosi Sungai Pappandagan Polman Kian Parah, 30 Rumah Warga Terancam Hilang Tergerus

Selain sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengecekan personel serta sarana dan prasarana pendukung penanganan bencana.

Dalam arahannya, Suhardi menyampaikan bahwa kesiapan seluruh unsur sangat diperlukan mengingat dampak El Nino masih berpotensi memicu berbagai bencana, mulai dari krisis air bersih hingga kebakaran lahan.

Ia mengapresiasi upaya BPBD dan seluruh instansi terkait yang tetap bekerja maksimal di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran.

"Meski saat ini ada efisiensi anggaran, BPBD bersama seluruh stakeholder telah melakukan yang terbaik untuk membantu masyarakat menghadapi dampak El Nino," ujarnya.

Ditemui usai apel, Suhardi mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana.

Menurutnya, ketika masyarakat membutuhkan bantuan, penanganan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan harus melibatkan seluruh unsur yang memiliki tugas dan fungsi terkait.

"Penanganan kekurangan air bersih maupun kebakaran tidak bisa hanya ditangani oleh satu instansi. Dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi semua pihak agar respons yang diberikan kepada masyarakat bisa lebih cepat dan efektif," katanya.

Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga seluruh potensi bencana yang muncul selama musim kemarau dapat diantisipasi dengan baik.

Suhardi juga mengingatkan bahwa ancaman bencana ke depan tidak hanya berkaitan dengan El Nino dan Karhutla, tetapi juga berbagai kondisi cuaca ekstrem lainnya yang berpotensi terjadi sewaktu-waktu.

Karena itu, kesiapsiagaan personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi harus terus ditingkatkan.

"Harapan kita musim kemarau panjang ini segera berlalu dan kondisi daerah kembali membaik. Namun yang terpenting, kita harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang bisa terjadi ke depan," pungkasnya.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.