TRIBUN-MEDAN.COM – Viral hasil laboratorium yang menyebabkan 300-an siswa di Karo Sumut keracunan MBG.
Hasil laboratorum dari sampel makanan yang menyebabkan ratusan siswa di Karo keracunan MBG baru-baru ini viral di media sosial.
Dimana terungkap dari sampel nasi, ikan hingga buah melon yang disajikan mengandung bakteri yang berbahaya hingga mematikan.
Hasil lab dari sampel makanan MBG yang membuat ratuan siswa di Berastagi keracunan ini seolah ditutup-tutupi.
Pasalnya, ratusan siswa di Karo keracunan MBG pada 13 Agustus 2026 lalu.
Hasil lab sudah dikeluarkan pada Minggu (16/9/2026).
Namun dokumen itu baru tersebar dan viral di media sosial pada Selasa (8/9/2026) setelah seorang siswi SMK Bersama Berastagi yang juga korban keracunan sampai mengalami lupa ingatan.
Baca juga: Plt. Bupati Langkat Tiorita Gebrak Penertiban Aset, Seluruh Kendaraan Dinas Diperiksa
Dalam dokumen hasil laboratorium sampel makanan MBG yang tersebar menunjukkan jika nasi, ikan dan buah terkontaminasi bakteri mulai dari Ecoli hingga Bacillus cereus.
Hasil lab ini diungkap salah satu akun Threads @stepanus_purba yang mengunggah dokumen UPDT Laboratorium Kesehatan yang pengirimnya yakni Kepala Dinkes Karo.
Dalam dokumen yang diunggah menunjukkan sampel nasi dari sekolah terbukti positif terkontaminasi bakteri Bacillus cereus.
Lalu sampel ikan dencis pakai saus dari sekolah terdeteksi positif bakteri Staphylococcus aureus.
Sementara itu, sampel buah melon dari sekolah positif terpapar bakteri Escherichia coli (E. coli).
Tiga bakteri ini menjadi racun yang berbahaya bahkan mematikan.
Namun begitu hingga saat ini belum ada instansi resmi yang mengungkap terkait hasil sampel makanan MBG di Karo tersebut.
Siswi Berprestasi SMK di Karo Korban Keracunan MBG Alami Hilang Ingatan hingga Sulit Bicara
Sementara itu disisi lain siswa SMK di Karo bernama Febiona Br Purba korban dugaan keracunan MBG alami hilang ingatan hingga sulit berbicara.
Kondisi Febiona Br Purba siswa SMK Bersama Berastagi, Karo sampai saat ini kian memburuk sudah lebih tiga minggu setelah insiden keracunan MBG.
Febiona Br Purba yang merupakan siswa berprestasi dan wakil Ketua OSIS itu mengalami hilang ingatan hingga kesulitan berbicara.
Sampai saat ini, ia masih harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis.
Sejak mengalami gangguan kesehatan akibat diduga keracunan MBG pada Kamis (13/8/2026) lalu, kini kondisinya kian memburuk.
Bahkan, salah satu dampak akibat kejadian ini gadis berusia 16 tahun itu mengalami penurunan daya ingat.
Diungkapkan oleh ibu Febiona, yakni Elvinus Lusiana br Sitanggang penurunan daya ingat anaknya itu diketahui berselang beberapa waktu usai kejadian ini.
Katanya, saat sejumlah kerabat maupun keluarga berkunjung melihat kondisi Febiona anaknya itu tak lagi mengenal orang yang selama ini ia kenal.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 9 September 2026 Turun Rp 17.000 per Gram, Berikut Daftarnya
"Lupa dia, misalnya bibinya kalau datang, ini siapa katanya. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu (gak ingat).
Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun gak kenal,” ujar Elvinus, Selasa (8/9/2026).
Terbaru, dirinya mengatakan kemarin anaknya terpaksa harus dilarikan ke RSUP H Adam Malik Medan, setelah sebelumnya dirawat di salah satu rumah sakit di Berastagi.
Katanya, saat ini anaknya mengalami gangguan kesehatan yang paling parah berada di bagian lidah.
Dimana, tampak lidah anaknya itu kian masuk ke dalam hingga akhirnya mengalami kesulitan berbicara.
"Karena lidahnya agak masuk, jadi makin susah ngomongnya," katanya.
Setibanya di RSUP H Adam Malik, Febiona langsung dibawa melewati IGD lalu masuk ke ruang Poli Psikiatri.
Didampingi petugas medis, ia langsung dicek dokter spesialis Gastro anak, dokter spesialis neurologi anak, dan dokter psikiatri.
Febiona pun diberikan sejumlah obat kemudian beranjak pulang ke kediamannya di Karo.
Hingga saat ini, diketahui Febiola merupakan salah satu dari beberapa siswa yang masih terus menjalani tindakan medis rawat jalan.
(*/ Tribun-medan.com)