Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Proyek pelebaran Jalan Wiyung-Menganti di Surabaya Barat terus dikebut Pemkot Surabaya.
Pelebaran jalan tersebut ditargetkan rampung sepanjang 950 meter pada 2026.
Baca juga: Cegah Insiden Pohon Tumbang Kembali Makan Korban, DLH Ponorogo Tebang Pohon Mati & Lapuk
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, pekerjaan dimulai dari perempatan Jalan Babatan Unesa ke arah barat hingga kawasan Wisma Lidah Kulon.
Pelebaran jalan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya meningkatkan kapasitas jalan sekaligus memperkuat konektivitas antar kawasan.
Terutama antara daerah Surabaya barat dengan Gresik maupun Sidoarjo.
"Jadi, pelebaran Jalan Wiyung-Menganti dari perempatan Jalan Babatan Unesa kita ke arah barat sampai dengan Wisma Lidah Kulon," ujar Hidayat Syah, Rabu (9/9/2026).
Sebelum dilakukan pelebaran, arus kendaraan dari Surabaya menuju Gresik maupun sebaliknya masih menggunakan satu badan jalan untuk dua arah.
Kondisi tersebut membuat kapasitas ruas jalan terbatas.
Pada jam-jam tertentu, sejumlah titik di sepanjang jalur tersebut juga kerap mengalami kepadatan hingga kemacetan.
Dengan pelebaran, kapasitas jalan diharapkan meningkat sehingga arus kendaraan dari dan menuju Surabaya dapat bergerak lebih lancar.
Hidayat menjelaskan, proyek tersebut dikerjakan secara multiyears.
Sebelumnya, pelebaran telah terealisasi sepanjang 350 meter pada 2025.
Sementara pada 2026-2027, pekerjaan akan dilanjutkan sepanjang 1.900 meter.
"Pekerjaan ini multiyears, dikerjakan tahun 2026 dan 2027 sepanjang 1.900 meter. Untuk target tahun 2026 ini kita selesaikan 950 meter," tuturnya.
Menurut Hidayat, pekerjaan pelebaran jalan mencakup tiga bagian utama, yakni pembangunan saluran, badan jalan, dan trotoar pedestrian.
Saluran akan dibangun menggunakan konstruksi Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP).
"Jadi, pekerjaan saluran nanti lebarnya 5,4 meter. Kemudian di sebelahnya ada badan jalan selebar 10 meter."
"Lalu di sisi sebelah selatan akan dibangun trotoar selebar 3 meter sebagai sarana pendukung pejalan kaki," katanya.
Pelebaran Jalan Wiyung-Menganti dilakukan karena ruas tersebut menjadi salah satu jalur penting di Surabaya Barat.
Ruas ini juga menjadi bagian dari konektivitas Surabaya menuju kawasan Menganti dan wilayah sekitarnya.
Dengan pelebaran tersebut, kapasitas jalan diharapkan meningkat, arus kendaraan dan distribusi logistik juga diharapkan menjadi lebih lancar.
"Jadi, ini memang sudah lama menjadi mimpinya Surabaya untuk meningkatkan kapasitas jalan. Jadi, perjalanan antarkota akan lebih lancar dan logistik juga lebih lancar," terangnya.
Baca juga: Wali Kota Batu Siap Evaluasi Total Pengelolaan Pasar Induk Among Tani Pasca Tersangka Ditetapkan
Selain meningkatkan kapasitas jalan, proyek tersebut juga diarahkan untuk mendukung keterhubungan dengan Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB).
Integrasi jaringan jalan tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi penumpukan kendaraan di sejumlah ruas Surabaya Barat.
Hidayat mengatakan, pekerjaan tersebut memiliki masa kontrak hingga 2027.
"Pekerjaan ini multiyears. Jadi kami berkontrak dari bulan April 2026 nanti akan berakhir pada Mei 2027," jelasnya.
Selama pembangunan berlangsung, Pemkot Surabaya meminta masyarakat bersabar.
Hidayat juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan yang terdampak pekerjaan.
"Jadi kami memang memohon maaf atas ketidaknyamanan ketika pekerjaan ini berlangsung, terutama untuk pengguna Jalan Wiyung-Menganti di area Lidah Wetan dan Lidah Kulon. Karena ini untuk kebermanfaatan kita ke depannya," pungkasnya.