TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran IPS 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 29 bab 1.
Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) karangan Muhammad Nursa’ban dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2025 yakni . Potensi Bencana Alam di Indonesia.
Potensi bencana alam di Indonesia adalah kemungkinan terjadinya bencana alam di suatu wilayah karena kondisi alam dan lingkungan yang dimilikinya.
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran IPS Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka halaman 29 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Kunci Jawaban IPS Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Hal 29: Aktivitas 5
Baca juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 7 SMP Halaman 257 Kurikulum Merdeka: Evaluasi Esai
AKTIVITAS 5 | KELOMPOK
Kerjakan aktivitas dengan mengikuti langkah-langkah berikut!
1. Buatlah kelompok yang terdiri atas 3—5 orang per kelompok.
2. Diskusikan bagaimana peluang dan tantangan letak geograis Indonesia
Kondisi geologis Indonesia dapat memberikan dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatif tersebut yaitu Indonesia menjadi negara yang rawan terjadi bencana alam seperti gempa bumi. Wilayah yang rawan ini merupakan wilayah yang berada dekat dengan jalur pegunungan aktif yang membentang dari ujung utara Sumatra memanjang melalui pantai barat Sumatra, melewati Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Banda, Sulawesi, dan Halmahera.
Provinsi Sumatra Barat berada di antara pertemuan dua lempeng benua besar (lempeng Eurasia dan lempeng IndoAustralia) dan patahan (sesar) Semangko. Di dekat pertemuan lempeng terdapat patahan Mentawai. Ketiganya merupakan daerah seismik aktif. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, terjadi gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter di lepas pantai Sumatra Barat, 50 km barat laut Kota Padang, pada pukul 17:16:10 WIB tanggal 30 September 2009. Sebanyak 1.117 orang meninggal akibat gempa ini yang tersebar di 3 kota & 4 kabupaten di Sumatra Barat, korban luka berat mencapai 1.214 orang, luka ringan 1.688 orang, korban hilang 1 orang. Sedangkan 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang, & 78.604 rumah rusak ringan. (Dikutip dan diringkas dari Admin dalam bpbd.padang.go.id, 4 Februari 2019)
4. Diskusikan provinsi mana saja yang rawan gempa bumi tektonik.
5. Diskusikan upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi.
6. Presentasikan hasil diskusi kelompok kalian di depan kelas.
Jawaban :
Aktivitas Kelompok: Peluang dan Tantangan Letak Geografis Indonesia
1. Peluang Letak Geografis Indonesia
Indonesia memiliki letak geografis yang strategis karena berada di antara Benua Asia dan Australia serta Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Kondisi tersebut memberikan berbagai peluang, antara lain:
2. Tantangan Letak Geografis Indonesia
Selain memberikan peluang, kondisi geografis Indonesia juga menimbulkan sejumlah tantangan, yaitu:
Indonesia rawan terhadap gempa bumi dan tsunami.
Banyak wilayah Indonesia berupa kepulauan sehingga distribusi barang dan pembangunan infrastruktur menjadi lebih sulit.
Perbedaan kondisi alam menyebabkan pembangunan antarwilayah belum merata.
Indonesia menghadapi risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, letusan gunung api, dan kekeringan.
Letak yang strategis juga dapat menimbulkan tantangan dalam menjaga keamanan wilayah laut dan perbatasan.
3. Dampak Kondisi Geologis Indonesia
Kondisi geologis Indonesia dipengaruhi oleh pertemuan beberapa lempeng tektonik besar. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki banyak gunung api dan wilayah yang aktif secara seismik.
Salah satu dampaknya adalah tingginya potensi gempa bumi tektonik. Gempa terjadi akibat pergerakan atau aktivitas pada lempeng bumi dan sesar.
Salah satu gempa besar terjadi pada 30 September 2009 di lepas pantai Sumatra Barat. Gempa tersebut menyebabkan banyak korban jiwa, korban luka, serta kerusakan rumah dan bangunan.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa masyarakat perlu memahami risiko bencana dan melakukan berbagai upaya mitigasi.
4. Provinsi yang Rawan Gempa Bumi Tektonik
Beberapa provinsi di Indonesia yang memiliki risiko gempa bumi tektonik cukup tinggi terutama berada di sepanjang zona pertemuan lempeng dan sesar aktif.
Contohnya:
Catatan: Tingkat kerawanan setiap wilayah berbeda-beda dan dapat dipengaruhi oleh keberadaan sesar aktif, zona subduksi, kondisi tanah, serta kedekatan dengan sumber gempa.
5. Upaya Mengurangi Risiko Gempa Bumi
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi antara lain:
a. Sebelum gempa
b. Saat gempa terjadi
c. Setelah gempa
*) Disclaimer:
(Tribunnews.com/Namira)