Cabai Makin Mahal di Jakarta, Dinas KPKP DKI Singgung Kemarau hingga Kenaikan BBM
Ferdinand Waskita Suryacahya September 09, 2026 06:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Harga cabai di berbagai daerah, termasuk di Jakarta terus mengalami kenaikan di awal September 2026 ini.

Merujuk pada website infopangan.jakarta.go.id per Rabu (9/9/2026), harga cabai rawit merah menembus angka Rp 52.733/kg.

Kemudian, cabai merah besar Rp 51.967/kg; cabai rawit merah Rp 74.850/kg; dan cabai rawit hijau Rp 55.400/kg.

Kepala Dinas Ketahanan Pantan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan lonjakan harga ini juga terjadi di daerah lain.

Faktor Penyebab Cabai Makin Mahal

Hasudungan menjelaskan, ada berbagai faktor teknis dan alam yang menyebabkan harga cabai meroket belakangan ini.

Salah satunya ialah penurunan luas tanam cabai rawit merah periode Februari hingga ajuli 2026 sebesae 14 persen yang berdampak pada penurunan produksi pada periode Agustus sampai Desember 2026.

“Hal tersebut berimbas pada pasokan cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati pada minggu kelima Agustus 2026 yang turun 10,4 persen dari 144 ton menjadi 129 ton,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Faktor lain yang mempengaruhi ialah kondisi puncak musim kemarau yang menyebabkan tanaman kekurangan air.

Akibatnya, pertunbuhan tanaman terhambat, bunga menjadi rontok, dan perkembangan buah cabai tidak optimal.

Kondisi ini juga diperparah dengan meningkatnya serangan hama, seperti kuti kebul, thrips, tungai, dan ulat.

Singgung Kenaikan Harga BBM

Tak sampai di situ, anak buah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ini juga menyingung soal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Hal ini disebutnya turut menyebabkan membengkaknya sejumlah biaya lainnya.

“Kenaikan harga bahan bakar minyak turut memicu peningkatan biaya operasional produksi dan distribusi pangan,” ujarnya.

Upaya Pemprov DKI Atasi Kenaikan Harga

Sejumlah langkah strategis lun telah disiapkan Dinas KPKP DKI Jakarta untuk menjaga stabilitas harga cabai.

Salah satunya ialah dengan mengembangkan pertanian perkotaan. Sepanjang 2026 ini luasan lahan yang telah disiapkan untuk menanam cabai rawit merah mencapai 11,46 hektare dan menghasilkan panen sebesar 45,59 ton.

Selain itu, Dinas KPKP DKI Jakarta juga mengadakan pelatihan diversifikasi olahan cabai dan bawang di seluruh kota dan kabupaten administrasi.

“Pemprov DKI melalui Perumda Pasar Jaya turut menyediakan komoditas cabai rawit merah dalam kegiatan pangan murah keliling untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau,” tuturnya.

Berita Lainnya

  • Baca juga: Stabilkan Harga Pangan, Bulog Salurkan 30 Ribu Minyakita ke Pasar Jakarta
  • Baca juga: Pramono Jamin Kebutuhan Pokok Jakarta Aman Terkendali Jelang Lebaran, Harga Pangan Naik Tipis
  • Baca juga: DPRD DKI Fokus Perkuat Regulasi, Jaga Stabilitas Harga Pangan
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.