Desa Sumberwringin Bondowoso Masuk 15 Besar Desa Wisata Terbaik Indonesia 2026
Haorrahman September 09, 2026 08:56 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Desa Sumberwringin, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, masuk 15 besar kategori Desa/Kampung Wisata dalam Wonderful Indonesia Award 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata RI.

Tahap berikutnya adalah asesmen lapangan atau visitasi yang dijadwalkan berlangsung pada akhir September 2026.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Gede Budiawan, mengatakan capaian tersebut diraih setelah Desa Sumberwringin bersaing dengan sekitar 6.000 desa wisata dari berbagai daerah di Indonesia yang mendaftar sejak Juli 2026.

Masuknya Sumberwringin ke jajaran 15 besar menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bondowoso. Sebab, daerah tersebut menjadi satu dari hanya dua kabupaten di Jawa Timur yang berhasil meloloskan perwakilannya hingga tahap tersebut.

"Hanya ada dua desa dari Jawa Timur, salah satunya Desa Sumberwringin. Karena itu, pendampingan juga akan dilakukan langsung oleh Disbudpar Provinsi Jatim," ujar Gede saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Baca juga: Bapanas dan Satgas Pangan Polda Jatim Pantau Pabrik Beras di Bondowoso

Visitasi

Untuk asesmen lapangan, Disparbudpora Bondowoso berkoordinasi dengan pemerintah desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Forkopimca, serta masyarakat setempat.

Menurut Gede, salah satu aspek penting yang akan dilihat tim juri adalah dampak keberadaan pariwisata terhadap perekonomian dan pemberdayaan masyarakat.

Desa Sumberwringin memiliki posisi strategis sebagai kawasan penyangga atau buffer zone bagi wisatawan yang hendak menuju kawasan Ijen Geopark.

"Wisatawan bisa menikmati destinasi antara sebelum naik ke Ijen. Penilaian ini tidak cuma melihat satu objek, tapi keseluruhan ekosistem di Sumberwringin," jelasnya.

Dengan demikian, penilaian tidak hanya berfokus pada daya tarik wisata tertentu. Pengelolaan destinasi, keterlibatan masyarakat, keberlanjutan ekonomi, hingga tata kelola pariwisata menjadi bagian dari ekosistem desa wisata yang dinilai.

Kabid Pariwisata Disparbudpora Bondowoso, Intan Puspita Dewi, mengatakan pencapaian Sumberwringin merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara konsisten selama beberapa tahun.

Desa tersebut sebelumnya telah mencatat sejumlah prestasi. Di antaranya masuk 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, 75 besar Desa Wisata Nusantara Kemenag/Kemendes 2024, serta 60 besar dalam ajang serupa pada 2025.

"Tahun ini kita daftar lagi, lolos 30 besar, dan sekarang melangkah ke 15 besar. Selain potensi daya tarik wisata, bobot penilaian terbesar terletak pada dampak ekonomi terhadap masyarakat," papar Intan.

Baca juga: Pertamina Tambah Pasokan hingga 38 Persen, Antrean BBM di Bondowoso Masih 500 Meter 

Gerakkan Ekonomi Warga

Salah satu kekuatan Desa Sumberwringin adalah aktivitas wisata pendakian Gunung Raung. Sektor tersebut tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga menciptakan sumber penghasilan bagi masyarakat setempat.

Warga terlibat dalam berbagai aktivitas pendukung pendakian, mulai dari menjadi pemandu wisata, porter, pengemudi ojek hingga pengelola homestay.

Intan menyebut pemandu wisata dapat memperoleh pendapatan sekitar Rp350.000 per hari. Dalam satu paket pendakian dengan durasi minimal dua hari, pendapatan seorang pemandu bisa mencapai sekitar Rp1 juta, belum termasuk tip.

Dampak ekonomi juga dirasakan pengemudi ojek wisata yang mengantarkan pendaki menuju jalur Gunung Raung. Tarif sekali perjalanan berkisar Rp150.000.

Saat musim pendakian ramai, seorang pengemudi ojek bahkan dapat melayani hingga lima kali perjalanan dalam satu hingga dua hari.

Selain memberikan dampak ekonomi, pengelolaan pendakian Gunung Raung melalui Sumberwringin juga terus diperbaiki. Sistem registrasi daring, pengarahan rute sebelum pendakian, hingga manajemen mitigasi bencana telah diterapkan.

Untuk menghadapi visitasi tim juri Kementerian Pariwisata, Disparbudpora Bondowoso juga menyiapkan administrasi serta dokumen bukti fisik (evidence) yang berkaitan dengan 10 indikator dan puluhan poin penilaian.Wisata Alam, Kopi hingga Budaya

Desa Sumberwringin berada di lereng Gunung Raung, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso. Potensi wisatanya tidak hanya mengandalkan pendakian, tetapi juga memadukan wisata alam, edukasi, dan budaya.

Baca juga: UMKM Bondowoso Mulai Keluhkan Sulit Mendapat Beras Premium dan Medium 

Beberapa destinasi yang menjadi bagian dari potensi desa wisata tersebut antara lain:

  • Jalur Pendakian Klasik Gunung Raung, yang menjadi pintu gerbang dan Pos 1 bagi pendaki menuju Puncak Sejati Gunung Raung.
  • Hutan Pelangi (Rainbow Forest), kawasan konservasi Eucalyptus deglupta dengan karakter batang berwarna-warni alami. Kawasan ini merupakan salah satu biosite Ijen Geopark yang diakui UNESCO.
  • Teduh Glamping & Camping Area, destinasi penginapan berkonsep glamping dengan suasana sejuk. Destinasi ini meraih Juara 5 Lomba Desa Wisata Bersih Jawa Timur 2025 serta sejumlah penghargaan lainnya sejak berdiri sekitar akhir 2022.
  • Wisata Edukasi Kopi, yang menawarkan pengalaman mengenal kopi Arabika dan Robusta Raung, mulai dari kebun hingga proses pengolahan dan penyeduhan.

 Pada 23 Juli 2025, Desa Sumberwringin  ditetapkan sebagai Desa Budaya ke-8 di Bondowoso.

Salah satu warisan budaya yang masih dijaga adalah ritual adat Nyontheng Kolbuk, yakni tradisi membersihkan sumber mata air bersejarah sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat.

Tradisi tersebut turut menarik perhatian wisatawan karena memiliki rangkaian prosesi yang sarat nilai budaya. Di antaranya tradisi memasak untuk ruwatan yang hanya dilakukan oleh laki-laki, pemotongan kepala kambing, serta prosesi pasangan pengantin menuju sumber mata air.

Dalam prosesi tersebut, air Kolbuk diambil dengan diiringi musik tabuhan kejung. Pelestarian tradisi sekaligus keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari potensi budaya yang memperkuat ekosistem Desa Wisata Sumberwringin.





 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.