Laporan Wartawan Serambi Indonesia Riski Bintang | Aceh Jaya
SERAMBINEWS.COM, CALANG – Dermaga Pelabuhan Calang, Kabupaten Aceh Jaya, kembali dapat digunakan untuk aktivitas sandar Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 1 (AH 1), setelah sebelumnya dilakukan pemeliharaan terhadap fasilitas dermaga.
KMP Aceh Hebat 1 dijadwalkan kembali bersandar di Pelabuhan Calang pada Jumat, 10 September 2026, setelah sebelumnya berlayar dari Kepulauan Simeulue pada Kamis, 9 September 2026.
Hal tersebut disampaikan Investigator Keselamatan Pelayaran UPP Calang, Azwana Amru Harahap, saat dikonfirmasi Serambinews.com, Rabu (9/9/2026).
Azwana mengatakan, berdasarkan jadwal, KMP Aceh Hebat 1 akan berangkat dari Simeulue menuju Calang pada Kamis.
"Insyaallah Kamis dari Simeulue ke Calang, sekarang kapalnya masih di Simeulue," kata Azwana.
Ia menjelaskan, kapal tersebut diperkirakan tiba di Aceh Jaya pada Jumat dan selanjutnya akan kembali berlayar menuju Simeulue pada hari yang sama.
"Berarti kapal itu akan tiba di Aceh Jaya pada Jumat dan Jumat langsung balik ke Simeulue," ujarnya.
Menurut Azwana, pengoperasian kembali KMP Aceh Hebat 1 melalui Pelabuhan Calang dilakukan karena saat ini sarana kapal yang melayani rute Simeulue menuju daratan sedang terbatas.
Kondisi tersebut terjadi menyusul gangguan atau trouble yang dialami KMP Teluk Sinabang, yang saat ini berada di Pelabuhan Kuala Bubon.
"Karena memang kondisi sarana kapal rute Simeulue ke daratan untuk saat ini kosong akibat trouble-nya Kapal KMP Teluk Sinabang yang saat ini berada di Pelabuhan Kuala Bubon," jelasnya.
Sementara itu, terkait kondisi dermaga, Azwana menyebutkan bahwa fasilitas tersebut telah dilakukan observasi secara langsung oleh salah satu anggota DPRA bersama Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Calang.
Observasi tersebut dilakukan untuk memastikan kehandalan fasilitas dermaga ro-ro Pelabuhan Calang setelah dilakukan pemeliharaan.
Dari hasil observasi, fasilitas dermaga dinyatakan sudah dapat digunakan kembali, namun masih terdapat sejumlah catatan dan pembatasan dalam penggunaannya.
"Sehingga dari hasil observasi langsung oleh salah satu anggota DPRA bersama-sama dengan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Calang terkait kehandalan fasilitas dermaga ro-ro pasca pemeliharaan, dapat disimpulkan sudah dapat digunakan dengan beberapa catatan," ungkapnya.
Azwana menjelaskan, untuk sementara dermaga tersebut belum dapat melayani muatan berupa truk-truk besar dengan kapasitas maksimal 25 ton beserta muatannya.
Selain itu, fasilitas tersebut juga belum diperbolehkan untuk melayani aktivitas menaikkan maupun menurunkan alat berat dengan jenis apa pun.
"Untuk sementara belum dapat melayani muatan berupa truk-truk besar dengan kapasitas maksimal 25 ton beserta muatan serta belum dapat melayani turun dan naik alat berat dengan jenis apa pun sampai dengan tanggal 14 September 2026," jelas Azwana.
Dengan kembali beroperasinya dermaga tersebut, KMP Aceh Hebat 1 diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan transportasi laut masyarakat, khususnya pengguna jasa pelayaran yang menghubungkan Aceh Jaya dengan Kepulauan Simeulue.
Meski demikian, pengguna jasa tetap diminta memperhatikan ketentuan dan pembatasan muatan yang berlaku selama masa penggunaan dermaga pascapemeliharaan.(*)
Baca juga: Pemudik Padati Pelabuhan Calang, Penumpang KMP Aceh Hebat 1 Meningkat Tajam