Siswa SD di Padang Mulai Kena Dampak Kabut Asap, Ada yang Demam Tinggi hingga Mimisan
Rezi Azwar September 09, 2026 10:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kabut asap yang menyelimuti Kota Padang mulai berdampak pada aktivitas dan kondisi kesehatan siswa.

Di SDN 33 Sawahan, dua orang siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan saat kualitas udara memburuk.

Kepala SDN 33 Sawahan, Jon Hendri, mengatakan dua orang siswanya menunjukkan kondisi yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap pada Senin (7/9/2026).

"Ada beberapa orang anak yang menunjukkan apa yah, boleh dikatakan terpapar (kabut asap). Itu ada suhu tubuh tinggi, ada mimisan. Itu tepatnya pada hari Senin kemarin dua orang siswa kita," kata Jon saat ditemui TribunPadang.com di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026).

Baca juga: Hari Pertama Sekolah Daring di Padang Akibat Kabut Asap: Siswa Dirumahkan, Guru Tetap Wajib Masuk

Pihak sekolah, kata Jon, langsung membawa siswa tersebut ke klinik untuk mendapatkan penanganan. 

Orang tua siswa juga segera dihubungi dan diberi tahu mengenai kondisi anak mereka.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian sekolah di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Padang.

Siswa Sekolah Daring, Guru Tetap Masuk

PELAKSANAAN SEKOLAH DARING- Kepala SDN 33 Sawahan, Jon Hendri, saat diwawancarai TribunPadang.com terkait penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap di Kota Padang, Rabu (9/9/2026). Guru dapat menggunakan berbagai metode pembelajaran daring, termasuk melalui Zoom maupun pemberian tugas secara online.
PELAKSANAAN SEKOLAH DARING- Kepala SDN 33 Sawahan, Jon Hendri, saat diwawancarai TribunPadang.com terkait penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap di Kota Padang, Rabu (9/9/2026). Guru dapat menggunakan berbagai metode pembelajaran daring, termasuk melalui Zoom maupun pemberian tugas secara online. (Tribun Padang/Muhammad Afdal Afrianto)

Mulai Rabu (9/9/2026), siswa SDN 33 Sawahan tidak lagi mengikuti pembelajaran tatap muka. Mereka mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sesuai instruksi Pemerintah Kota Padang.

Pantauan TribunPadang.com di SDN 33 Sawahan pada Rabu pagi, tidak terlihat aktivitas belajar siswa di ruang kelas. Sejumlah guru tampak tetap berada di ruang guru dengan membawa buku dan menggunakan laptop untuk menjalankan aktivitas pembelajaran.

Jon mengatakan teknis pembelajaran dari rumah diserahkan kepada masing-masing guru kelas dengan tetap menyesuaikan materi pelajaran yang telah diberikan sebelumnya.

Baca juga: MBG Disetop Saat PJJ Akibat Kabut Asap, Disdikbud Padang: Nanti Mubazir

"Kalau sesuai dengan instruksi itu PJJ atau jarak jauh. Jadi bagaimana kegiatannya kita serahkan kepada guru kelas," ujarnya.

Guru kemudian memberikan materi secara daring. Sebagian menggunakan Zoom, sementara guru lainnya memberikan tugas kepada siswa melalui platform pembelajaran daring.

"Sementara materi dari guru ini berkelanjutan dengan materi sebelumnya. Ada yang mengajar dengan Zoom ataupun memberi tugas secara daring," jelas Jon.

PJJ tersebut diberlakukan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (11/9/2026). Meski siswa belajar dari rumah, para guru tetap diwajibkan datang ke sekolah.

"Belajar jarak jauh ini sesuai instruksi selama tiga hari. Sementara guru-guru harus ke sekolah," katanya.

Sebelum PJJ diterapkan, pihak sekolah juga telah mengingatkan siswa untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Siswa juga diarahkan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap.

"Kita selalu mengarahkan para siswa kita untuk selalu memakai masker, menyikapi terkait kabut asap ini. Selain itu sebelumnya kita mengarahkan mereka untuk tidak beraktivitas di luar ruangan," ujar Jon.

Kelompok Anak Sangat Rentan Terpapar

Belajar daring akibat kabut asap 9/9/2026
SEKOLAH DARING- Wakil Kepala SDN 01 Sawahan, Yosa Arisanti, menjelaskan teknis pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan bagi siswa selama tiga hari akibat kondisi kabut asap di Kota Padang, Rabu (9/9/2026).

Kondisi serupa menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova mengatakan anak-anak, khususnya siswa TK dan SD, merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan asap.

Yopi mengatakan keluhan kesehatan dari siswa sangat mungkin terjadi, terutama bagi anak yang memiliki ISPA atau penyakit akut.

"Sebenarnya keluhan pasti ada ya, karena siswa kita itu beragam modelnya. Kalau ada yang ISPA atau penyakit akut itu berdampak sekali," kata Yopi saat diwawancarai TribunPadang.com di Balai Kota Padang, Rabu (9/9/2026).

Menurut Yopi, anak-anak juga sulit sepenuhnya diawasi agar tidak terpapar asap ketika berada di sekolah. Terlebih siswa kelas 1 dan 2 SD masih identik dengan aktivitas bermain.

"Ketika di sekolah nggak pakai masker, mereka bermain, anak kelas 1-2 SD itu kan dunianya bermain, sangat rentan terpapar," ujarnya.

Karena kondisi tersebut, Pemko Padang menerapkan PJJ bagi siswa SD dan SMP selama tiga hari. Sementara aktivitas PAUD/TK diliburkan sementara pada 9-11 September 2026.

Baca juga: Disdikbud Padang Terapkan PJJ Akibat Kabut Asap: Utamakan Kesehatan Meski Kurang Efektif

Yopi mengatakan kebijakan itu diambil setelah Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Kesehatan. Kualitas udara Kota Padang pada Selasa (8/9/2026) sore menjadi salah satu pertimbangan utama.

"Karena kemarin sore itu kualitas udara kita di Kota Padang cukup sangat berbahaya sekali. Makanya kita mengambil kebijakan khusus anak kita TK, SD, dan SMP. Tiga hari ke depan mulai hari ini kita melaksanakan program pembelajaran jarak jauh," katanya.

Meski belajar dari rumah, proses pembelajaran tetap berjalan. Guru memberikan materi dan tugas melalui grup WhatsApp maupun aplikasi lainnya.

Pengalaman Daring Sejak Pandemi

Sementara itu, di SDN 01 Sawahan, pembelajaran jarak jauh juga mulai diterapkan. Wakil Kepala Sekolah SDN 01 Sawahan, Yosa Arisanti, mengatakan para guru sudah memiliki pengalaman mengajar secara daring sejak pandemi covid-19.

"Teknis belajar kita sama dengan di kelas. Karena guru-guru sebelumnya sudah terbiasa mengajar online karena COVID," kata Yosa.

Menurut Yosa, guru tetap memberikan tugas sejak jam masuk hingga jam pulang sekolah. Orang tua juga diminta ikut memantau kegiatan belajar anak di rumah.

"Guru tinggal menjelaskan tugas untuk dikerjakan siswa di sekolah. Itu dimulai jam masuk hingga jam pulang sekolah. Dan ini juga dipantau oleh orang tuanya agar belajar ini sendiri terlaksana dengan baik di rumah masing-masing," jelasnya.

Berbeda dengan SDN 33 Sawahan, Yosa mengatakan pihaknya sejauh ini belum menerima laporan siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.

"Sejauh ini belum ada siswa kita yang mengeluhkan terkait kesehatan dampak kabut asap ini," ujarnya.

Pemko Padang sendiri masih memantau kondisi kualitas udara hingga Jumat (11/9/2026). Jika kondisi membaik, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan mulai Senin (14/9/2026).

Namun, jika kondisi udara masih belum stabil, Pemko Padang membuka kemungkinan memperpanjang PJJ.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.