Di tengah kekacauan jadwal penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, ada satu kebijakan yang mendapat pujian. tiket pesawat hingga 100 persen dinilai memberi kepastian bagi penumpang yang terdampak.
Penutupan Bandara Soekarno-Hatta selama lebih dari 24 jam karena erupsi Gunung Anak Krakatau bikin banyak penumpang gagal terbang. Pemerintah memastikan untuk memberikan kompensasi berupa pengembalian uang (refund) 100%.
Keputusan pemerintah itu disambut baik oleh Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI). Karena menurut, Ketua APJAPI, Alvin Lie, pengembalian dana penuh itu merupakan bentuk itikad baik maskapai dalam kondisi .
"Kalau kita mengacu pada PM 89 Tahun 2015 tentang delay management, itu apabila delay terjadi karena bandara tidak bisa digunakan, airlines dibebaskan dari kompensasi," kata Alvin dalam konferensi pers APJAPI di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, layanan seperti makanan, minuman, atau makanan ringan dalam kondisi tersebut bukan kewajiban maskapai. Jika diberikan, layanan itu merupakan inisiatif dari masing-masing maskapai, termasuk dan .
"Nah itu sebenarnya juga tidak diatur sebagai kewajiban. Tapi ini merupakan goodwill untuk bisa di-refund penuh," kata dia.
Namun, persoalan lain muncul bagi penumpang yang membeli tiket melalui online travel agent (OTA). Alvin mengatakan masih ada penumpang yang kesulitan mendapatkan refund penuh jika tiket dibeli melalui OTA.
"Yang menjadi masalah adalah penumpang-penumpang yang beli tiket dari OTA, itu banyak yang tidak bisa refund dan kalau mau tidak . Kalau yang belinya langsung dari airlines itu bisa ," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Dudy Purwaghandi, telah menyampaikan bahwa proses akan berlangsung secara bertahap.
"Kami juga berkoordinasi dengan OTA karena memang ada beberapa kebijakan OTA yang mungkin harus disinkronkan dengan airlines. Jadi kami sudah menyiapkan juga melalui otoritas bandara untuk berkoordinasi dengan para OTA bahwa kebijakan 100 persen harus diikuti juga oleh mereka," kata Dudy di Posko Penanganan Darurat Terminal 1B, Senin (7/9).





