Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Daging ayam yang dipasok ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh Tamiang untuk menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata belum memiliki sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
Padahal, kepemilikan sertifikasi NKV menjadi syarat mutlak untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini terungkap ketika tim Dinas Peternakan Aceh melakukan peninjauan calon lokasi Rumah Potong Unggas (RPU) di Kampung Upah, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Rabu (9/9/2026).
Ini akan menjadi RPU perdana di Aceh dan diharapkan menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lain.
“Kalau RPH (Rumah Potong Hewan) sudah ada, tapi untuk RPU (Rumah Potong Unggas) belum ada,” kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Peternakan Aceh, Ruhaty.
Ruhaty menuturkan NKV ini hanya bisa diberikan untuk RPU. Saat ini proses pemotongan unggas masih dilakukan di Tempat Potong Unggas (TPU).
Baca juga: Aceh Tamiang Berpeluang Menjadi Daerah Pertama di Aceh yang Memiliki Rumah Potong Unggas
Dia memastikan dua tempat ini memiliki standar yang sangat jauh berbeda.
“Ada standar yang harus dipenuhi oleh pengelola RPU, termasuk kami rutin melakukan pemeriksaan terhadap bangunan, pembuangan air, termasuk kehalalan daging dan produk turunannya, dan juga kesehatan pekerjanya nanti kami periksa,” beber Ruhaty.
Secara gamblang dia menyebut di Aceh belum ada terbangun RPU. Artinya daging ayam yang dipasok di seluruh SPPG belum memenuhi standar higienis dan halal karena tidak memiliki NKV.
“NKV diberikan hanya untuk RPU, saat in ikan belum ada RPU, makanya belum ada diterbitkan NKV,” ujarnya.
Dijelaskannya lagi sertifikat NKV merupakan bukti tertulis sah yang wajib dimiliki oleh setiap pelaku usaha peternakan.
Mulai dari rumah potong hewan, unit pengolahan susu, hingga usaha ayam petelur guna memberikan jaminan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mengonsumsi.
Baca juga: Dinas Peternakan Aceh Ambil Sampel Darah Ternak di Aceh Tamiang, Targetkan Kasus Brucellosis Turun
Dengan adanya sertifikasi ini, kualitas dan higienitas produk unggas yang ke luar dari RPU, baik berupa daging segar maupun produk olahan seperti nugget, terjamin kebersihannya dari hulu ke hilir.
"Pentingnya surat sertifikasi NKV ini adalah untuk kelayakan bidang usaha, khususnya peternak, agar produk yang mereka keluarkan terjamin kebersihan dan higienisnya.
Ini juga menjadi salah satu persyaratan utama untuk menyuplai bahan pangan ke program MBG," lanjutnya. (mad)