SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bawaslu Banda Aceh mendorong anak muda agar menjadi pengawas partisipatif.
Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026 di Sekretariat Bawaslu setempat, Rabu (9/9/2026).
Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini, yang sebagian besar berasal dari kalangan mahasiswa dan generasi muda atau Gen Z.
Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemilu.
Ketua Bawaslu Banda Aceh, Ely Safrida dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu.
Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara Pemilu, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat.
Baca juga: Harga Emas Perhiasan Murni di 4 Toko Banda Aceh Kompak Turun Hari Ini, Merosot Hingga Rp70.000/Mayam
“Pengawasan partisipatif membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, kami ingin membangun pemahaman bahwa setiap warga memiliki ruang untuk ikut mengawal proses Pemilu agar berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi dan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Menurut Ely, kalangan mahasiswa dan generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun budaya pengawasan partisipatif.
Selain memiliki akses yang luas terhadap informasi, generasi muda juga dapat menjadi bagian dari jaringan masyarakat yang turut menyampaikan informasi dan mengawal proses demokrasi secara bertanggung jawab.
Sementara Anggota Bawaslu Aceh, Yusriadi saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan bagian penting dalam menciptakan Pemilu yang berintegritas.
Kolaborasi antara lembaga pengawas dengan masyarakat diperlukan agar pengawasan dapat berjalan lebih luas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Baca juga: Aceh Besar No 3, Banda Aceh No 7 Daerah Terpanas di Indonesia, BMKG: Suhu Capai 36,9 Derajat
“Pemilu yang bermartabat membutuhkan partisipasi masyarakat.
Masyarakat bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga memiliki peran dalam mengawasi dan menjaga proses demokrasi agar berjalan secara jujur, adil, dan sesuai aturan,” ucapnya.
Usai pembukaan, dilanjutkan sesi penyampaian materi oleh Anggota Bawaslu Banda Aceh Zahrul Fadhi dan Ambia Dianda serta Ketua Bawaslu Banda Aceh, Ely Safrida. (*)