PDRB Tembus Rp4,74 Triliun, Malinau Pertahankan Posisi Ke-4 Penyumbang Ekonomi di Kaltara
Cornel Dimas Satrio September 09, 2026 11:49 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kabupaten Malinau terus menunjukkan kontribusi signifikannya terhadap perekonomian Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Hingga paruh pertama tahun 2026, nilai nominal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Malinau atas dasar harga berlaku berhasil menembus angka Rp4,74 triliun.

Capaian tersebut mengukuhkan posisi Kabupaten Malinau di peringkat keempat sebagai penyumbang ekonomi terbesar di Kaltara dengan kontribusi sebesar 11,07 persen, berada di bawah Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Bulungan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, menyampaikan bahwa secara kumulatif sepanjang semester I-2026, perekonomian Malinau tetap terjaga di zona positif.

"Kalau kita melihat secara kumulatif atau semester satu 2026 dibanding semester satu 2025, perekonomian kita mengalami peningkatan 1,70 persen. Angka ini juga menunjukkan perlambatan, namun posisinya tetap berada di zona positif," ujar Yanuar, Selasa (8/9/2026).

Baca juga: Siasati ketergantungan Sektor Ekstraktif, BPS Tawarkan 8 Peta Jalan Bagi Ekonomi Malinau

Secara tahunan (year-on-year), pertumbuhan PDRB pada kuartal II-2026 berada di level 0,61 persen. Angka ini melambat dibanding triwulan I-2026 yang menembus 2,82 persen maupun triwulan II-2025 sebesar 3,75 persen.

Mengenai dinamika tersebut, Yanuar menegaskan bahwa tren perekonomian daerah saat ini pada realitanya melambat, tetapi tetap tumbuh.

"Kalau kita melihat secara year-on-year, artinya triwulan dua 2026 dibandingkan triwulan dua 2025 itu mengalami peningkatan 0,61 persen. Hanya di triwulan satu kemarin menembus 2,82 persen," ungkapnya.

Konsumsi Pemerintah Pertahankan Zona Positif

Ketahanan struktur ekonomi Malinau di tengah tren perambatan ini tak lepas dari akselerasi belanja pemerintah daerah.

Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah melesat naik hingga 17,36 persen secara tahunan dan melonjak 33,39 persen secara kuartalan.

Selain itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum turut memberi dorongan dengan tumbuh 10,56 persen, serta sektor jasa keuangan yang naik 14,17 persen.

Baca juga: Belanja APBD dan TPP ASN Topang Ekonomi Malinau saat Tambang dan Konstruksi Lesu

Tantangan dari Sektor Ekstraktif dan Konstruksi

Perekonomian Malinau sendiri mengalami penyesuaian laju akibat melemahnya kinerja sektor pertambangan dan penggalian yang terkontraksi 2,25 persen (y-on-y).

Karena sektor ekstraktif ini memegang porsi paling dominan sebesar 50,85 persen dalam struktur ekonomi daerah, penurunannya memberi andil negatif minus 1,14 persen terhadap agregat pertumbuhan.

Tekanan lain juga datang dari deselerasi sektor konstruksi dari 17,40 persen di kuartal sebelumnya menjadi 6,35 persen pada kuartal II-2026, sektor transportasi dan pergudangan yang terkontraksi minus 2,50 persen, serta sektor pertanian yang tumbuh terbatas 0,75 persen.

Meski demikian, kuatnya nilai PDRB Malinau sebesar Rp4,74 triliun membuktikan bahwa fondasi ekonomi daerah tetap solid dalam menopang pilar perekonomian Provinsi Kalimantan Utara.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.