Mahfud MD Minta Sistem MBG Dirombak Total, Dapur Sekolah Dinilai Kurangi Risiko Makanan Basi
Laksmi Anindita September 10, 2026 12:44 AM

TRIBUNWOW.COM - Eks Menko polhukam Mahfud MD, memberikan sejumlah usulan untuk mengatasi kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali terjadi.

Menurut Mahfud, persoalan keracunan MBG tidak cukup diselesaikan hanya dengan memperbaiki teknis di lapangan.

Ia menilai, pemerintah perlu melakukan perombakan total terhadap sistem pelaksanaan program tersebut.

Baca juga: 2 Udara Kabur, Karimun Hujan Petir, Cek Prakiraan Cuaca di Kepulauan Riau Kamis 10 September 2026

Mahfud MD pada Selasa (8/9) menyoroti sistem kontrak dengan vendor dan kapasitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai terlalu besar.

Ia menyebut, ada dapur yang harus menyiapkan makanan untuk sekitar 2.000 anak setiap hari.

Beban produksi yang besar dinilai dapat menyulitkan pengawasan kualitas dan keamanan makanan.

Atas hal itu, Mahfud menyarankan pemerintah mengevaluasi bahkan memutus kontrak dengan vendor yang bermasalah, dengan tetap memberikan kompensasi sesuai ketentuan.

Lanjut Mahfud juga mengusulkan, agar pengelolaan MBG lebih banyak dilakukan di tingkat desa melalui Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP.

Ia juga mendorong penggunaan dapur berbasis sekolah. 

Sehingga menurutnya, makanan dapat dimasak lebih dekat dengan para penerima manfaat.

Menurut Mahfud, sistem tersebut dapat mengurangi risiko makanan basi karena jarak pengiriman lebih pendek.

Baca juga: Warga Malang Raya Heboh Dentuman Misterius, BMKG Ungkap Ada Dinamika Vulkanik Gunung Semeru

Selain meningkatkan keamanan makanan, pelibatan koperasi desa juga dinilai dapat membantu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Ia menilai, pembenahan besar terhadap sistem MBG perlu dilakukan agar program tetap berjalan, tetapi keselamatan dan kesehatan anak-anak tetap menjadi prioritas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.