Titik Demo Jakarta Hari Ini Kamis 10 September 2026, Awas Terjebak Macet
Joseph Wesly September 10, 2026 10:40 AM

 

TRIBUNBEKASI.COM- Cek titik demo Jakarta yang akan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat hari ini, Kamis (10/9/2026).

Demo Jakarta hari ini datang dari Kelompok buruh Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). KBPBI menggelar aksi serentak di 30 daerah hari ini di seluruh Indonesia termasuk di Jakarta.

Artinya akan ada satu titik di Jakarta yang berpotensi menyebabkan kemacetan.

Salah satu lokasi aksi berada di Balai Kota Jakarta. Dalam aksi tersebut, buruh membawa 11 tuntutan kepada pemerintah dan DPR, terutama terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan.

Tribunners khususnya warga Karawang, Bekasi dan Kota Bekasi bisa yang hendak menuju Jakarta bisa memanfaatkan informasi ini untuk mengatur perjalanan agar mencapai tujuan tepat waktu.

Ketua Umum Gerakan Buruh Seluruh Indonesia (GSBI) Rudi HB Daman mengatakan, buruh menilai draf RUU tersebut masih belum berpihak kepada pekerja.

“Undang-undang ini salah satunya masih memiliki semangat Omnibus Law. Masih jauh dari harapan buruh,” ujar Rudi dalam konferensi pers di Kantor Sekretariat KBPBI, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).

Demo Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia di Balai Kota

Demo hari ini datang Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia

Mereka akan menggelar aksi di Balai Kota Jakarta.

11 Tututan Buruh

Adapun 11 tuntutan yang dibawa dalam aksi buruh hari ini adalah:

  • Mewujudkan UU Perlindungan Ketenagakerjaan yang pro-buruh.
  • Menjamin kepastian kerja dengan menghentikan eksploitasi sistem outsourcing dan karyawan kontrak serta mencegah penyalahgunaan program pemagangan.
  • Menjamin hak atas upah yang layak dan bermartabat serta meminta penghapusan sistem koefisien nilai tertentu yang dinilai tidak jelas.
  • Melindungi pekerja platform, termasuk pengemudi ojek online, pekerja media, serta pekerja yang terdampak transisi iklim.
  • Menjamin hak pesangon dan mencegah PHK sepihak.
  • Memperkuat serikat pekerja dan memberikan perlindungan dalam menjalankan fungsinya.
  • Menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas serta bagian dari tujuan utama pembangunan.
  • Memberikan sanksi kepada perusahaan yang melanggar hak buruh dengan memperkuat penegakan hukum.
  • Menjamin perlindungan bagi buruh perempuan, termasuk ketentuan cuti haid agar tidak mengharuskan pekerja menunjukkan surat dokter.
  • Membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan pekerja rentan.
  • Menjalankan program upskilling dan reskilling untuk menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan otomatisasi.

Aksi Besar di DPR

Rudi mengatakan, aksi Kamis ini pada awalnya akan diarahkan ke sejumlah kantor pemerintahan, seperti kantor DPRD, wali kota atau bupati, serta kantor gubernur di berbagai daerah.

Namun, menurut dia, sejumlah buruh di daerah telah mendesak agar digelar aksi dengan skala lebih besar di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.

“Jadi teman-teman ini sudah lama mendesak kita sebagai pimpinan nasional ini untuk mendesak segera ada melakukan aksi besar-besaran di Jakarta ketika membaca RUU yang diinisiasi oleh DPR itu masih jauh dari harapan mereka,” ujar Rudi.

Karena itu, aksi serentak hari ini disebut sebagai peringatan awal kepada pemerintah dan DPR/MPR RI terkait tuntutan buruh terhadap RUU Perlindungan Ketenagakerjaan dikutip dari kompas.com

Warga Diimbau Cari Jalur Alternatif

Masyarakat diimbau agar menghindari kawasan sekitar lokasi unjuk rasa untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.