Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Siapa Rival Paling Berbahaya bagi Timnas Indonesia?
Vigestha Repit Dwi Yarda September 10, 2026 12:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Timnas Indonesia menghadapi persaingan yang cukup menarik di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Skuad Garuda tergabung bersama tiga negara, yakni Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.

Di atas kertas, Indonesia menjadi tim dengan peringkat FIFA paling tinggi di grup tersebut. Namun, perbedaan peringkat tidak serta-merta membuat perjalanan menuju final menjadi mudah.

Terlebih, format FIFA ASEAN Cup 2026 membuat setiap pertandingan di fase grup memiliki arti penting.

Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh akan saling bersaing untuk memperebutkan posisi teratas Grup A.

Bagi Skuad Garuda, finis sebagai juara grup menjadi target penting karena puncak klasemen akan mendapatkan tiket langsung menuju final.

Baca juga: Tanpa Semifinal, Ini Syarat Timnas Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026, 3 Laga Jadi Penentu

Indonesia Ranking Tertinggi

Jika melihat peringkat FIFA yang tercantum dalam data turnamen, Indonesia berada di posisi teratas Grup A.

Berikut komposisinya:

Indonesia — ranking 118
Malaysia — ranking 135
Singapura — ranking 146
Bangladesh — ranking 181

Secara peringkat, Indonesia memiliki keunggulan atas seluruh calon lawannya.

Namun, ranking FIFA bukan satu-satunya faktor yang menentukan kekuatan sebuah tim. Kondisi skuad, pengalaman pemain, strategi pelatih, hingga motivasi dalam pertandingan juga dapat memengaruhi hasil di lapangan.

Indonesia juga mendapat keuntungan karena seluruh pertandingan Grup A dimainkan di Jakarta sebagai tuan rumah Premier Division.

Sebelum menentukan siapa lawan yang paling berbahaya, Skuad Garuda tetap harus mewaspadai setiap pertandingan.

Singapura Tak Bisa Diremehkan

Dari tiga lawan Indonesia, Singapura merupakan salah satu tim yang patut mendapat perhatian.

Negara tersebut baru saja mencatat pencapaian penting dengan memastikan tempat di Piala Asia 2027.

Perkembangan tersebut membuat Singapura memiliki kepercayaan diri lebih ketika menghadapi lawan-lawannya di FIFA ASEAN Cup 2026.

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, juga mengingatkan timnya agar tidak menganggap remeh Singapura.

Menurutnya, persiapan Singapura menuju Piala Asia membuat mereka menjadi lawan yang tetap harus diperhitungkan.

"Kita juga tidak boleh meremehkan Singapura, yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk Piala Asia. India juga berada di grup ini dan saya melihat Indonesia sebagai tim yang lebih diunggulkan," sambungnya.

Meski demikian, jika melihat peta kekuatan secara keseluruhan, ada satu lawan yang memiliki faktor pembeda.

Ancaman Terbesar Indonesia Ada pada Rival Lama

Malaysia menjadi lawan yang paling menarik perhatian bagi Indonesia.

Selain memiliki peringkat FIFA yang berada di posisi kedua Grup A, Harimau Malaya juga mempunyai sejarah rivalitas panjang dengan Skuad Garuda.

Pertandingan kedua negara dijadwalkan berlangsung pada Senin (28/9/2026) pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Faktor rivalitas membuat pertandingan tersebut berpotensi berlangsung dengan intensitas tinggi.

Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, bahkan mengaku penasaran merasakan atmosfer pertandingan menghadapi Malaysia.

"Ya saya penasaran tentang itu (melawan Malaysia). Sebenarnya selalu bagus untuk bermain dalam laga seperti itu," kata Thom Haye dikutip dari kanal YouTube The Haye Way.

Haye memperkirakan duel tersebut memiliki tensi berbeda dibandingkan pertandingan biasa.

"Saya pikir kedua tim akan benar-benar ingin menang, tentu ini akan jadi lebih dari pertandingan uji coba," tutupnya.

Malaysia Berpeluang Datang dengan Skuad Lebih Kuat

Ancaman dari Malaysia juga tidak hanya berasal dari faktor rivalitas.

Kekuatan Harimau Malaya berpeluang bertambah jika sejumlah pemain yang sedang dipertimbangkan untuk dinaturalisasi dapat memperkuat tim.

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah striker Johor Darul Ta'zim (JDT), Bergson da Silva.

Selain Bergson, Manuel Hidalgo, Shane Lowry, dan Brad Tapp juga disebut masuk dalam rencana setelah menyelesaikan proses pengakuan sebagai warga negara Malaysia.

Kehadiran pemain-pemain tersebut berpotensi membuat komposisi Malaysia semakin kompetitif.

Harimau Malaya juga masih mempunyai beberapa pemain berpengalaman seperti Dion Cools, Corbin-Ong, Matthew Davies, Safawi Rasid, dan Faisal Halim.

Situasi tersebut membuat Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan keuntungan sebagai tuan rumah.

Pertandingan Indonesia kontra Malaysia juga memiliki sejarah panjang.

Pertemuan terakhir kedua negara terjadi pada fase grup Piala AFF 2020. Saat itu, Indonesia meraih kemenangan telak 4-1 atas Malaysia pada 19 Desember 2021.

Namun, hasil masa lalu tidak bisa menjadi jaminan untuk pertandingan berikutnya.

Dengan kemungkinan perubahan komposisi pemain dan perkembangan kekuatan kedua tim, duel pada FIFA ASEAN Cup 2026 tetap menjadi pertandingan yang harus dipersiapkan secara serius oleh Indonesia.

Pelatih Malaysia Akui Indonesia Lebih Diunggulkan

Menariknya, pihak Malaysia sendiri mengakui posisi Indonesia sebagai salah satu tim terkuat di Grup A.

Tan Cheng Hoe melihat perkembangan Skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir sebagai salah satu faktor yang membuat Indonesia semakin diperhitungkan.

Kehadiran pemain diaspora yang berkarier di luar negeri juga dinilai menambah kualitas skuad Indonesia.

Karena itu, meski Malaysia berpotensi menjadi ancaman utama, mereka tetap harus menghadapi Indonesia sebagai tim yang lebih diunggulkan.

Format Baru Membuat Posisi Juara Grup Sangat Penting

Persaingan Grup A semakin menarik karena FIFA ASEAN Cup 2026 tidak menggunakan babak semifinal.

Juara Grup A akan langsung menghadapi juara Grup B di partai final.

Sementara itu, dua tim yang finis sebagai runner-up akan bertanding untuk menentukan peringkat ketiga.

Artinya, lolos dari fase grup saja belum cukup bagi Indonesia.

Skuad Garuda harus berusaha mengamankan posisi pertama agar bisa langsung mendapatkan tiket ke final.

Jadwal Indonesia di Grup A adalah:

Indonesia vs Singapura — Jumat (25/9/2026), pukul 20.00 WIB.
Indonesia vs Malaysia — Senin (28/9/2026), pukul 20.00 WIB.
Indonesia vs Bangladesh — Kamis (1/10/2026), pukul 19.30 WIB.
Dari tiga pertandingan tersebut, duel melawan Malaysia berpotensi menjadi penentu penting dalam perebutan puncak klasemen.

Siapa Rival Paling Berbahaya?

Jika melihat kombinasi ranking FIFA, pengalaman pemain, perkembangan skuad, serta faktor rivalitas, Malaysia menjadi lawan yang paling berpotensi menyulitkan Indonesia di Grup A.

Singapura tetap harus diwaspadai karena datang dengan modal keberhasilan menuju Piala Asia 2027. Sementara Bangladesh berada di posisi terbawah berdasarkan ranking FIFA yang tercantum dalam data turnamen.

Indonesia memang memiliki sejumlah keuntungan, mulai dari posisi ranking hingga status sebagai tuan rumah.

Namun, target menjadi juara Grup A membuat Skuad Garuda tidak boleh kehilangan poin dalam pertandingan yang seharusnya dapat dimenangkan.

Duel menghadapi Malaysia pada 28 September 2026 pun berpotensi menjadi laga paling menentukan sekaligus paling panas bagi perjalanan Indonesia menuju final FIFA ASEAN Cup 2026.

(Bolasport/Kompas.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.