TRIBUNSTYLE.COM - Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Menur Pumpungan, Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.05 WIB.
Peristiwa tersebut melibatkan satu unit Toyota Alphard yang dikemudikan pria berinisial YF. Kecelakaan itu kemudian menjadi perhatian setelah YF mengungkap kondisi dirinya sebelum kendaraan yang dikemudikannya terlibat dalam serangkaian tabrakan.
Dalam keterangannya, YF mengaku sedang tidak enak badan sebelum kejadian. Ia juga menyebut telah mengonsumsi obat yang kemudian diduga membuat dirinya mengantuk, seperti dikutip TribunStyle.com dari YouTube Tribun Sumsel.
YF mengatakan dirinya sempat tertidur ketika mobil berada dalam kondisi terjebak kemacetan. Saat itu, kendaraan masih berada di tengah situasi lalu lintas yang padat.
Ia baru tersadar setelah warga mengetuk kendaraan. Namun, ketika terbangun dalam kondisi terkejut, YF mengaku tidak sengaja menginjak pedal gas.
Mobil tersebut kemudian melaju dan menabrak sejumlah kendaraan maupun objek yang berada di sekitarnya.
Baca juga: Viral Dua Anak Duduk di Atap Toyota Alphard yang Melaju di Jalan Tol Malaysia, Polisi Turun Tangan
Kecelakaan di Jalan Menur Pumpungan ternyata bukan satu-satunya insiden yang dialami YF pada hari tersebut.
Berdasarkan keterangannya, sebelum kecelakaan beruntun terjadi, ia lebih dahulu terlibat kecelakaan ringan di persimpangan Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Klampi Ngasem.
YF mengaku berniat menyelesaikan persoalan akibat kecelakaan pertama tersebut. Namun, situasi kemudian berkembang hingga dirinya kembali terlibat kecelakaan di lokasi berbeda.
Dalam kecelakaan beruntun itu, sejumlah kendaraan dan objek di sekitar jalan ikut terdampak.
Belasan sepeda motor, dua mobil, hingga sebuah gerobak bakso disebut terlibat dalam insiden tersebut.
Kecelakaan itu membuat situasi di sekitar Jalan Menur Pumpungan sempat menjadi perhatian warga.
Baca juga: Akhir Damai Kasus Viral Sopir Alphard Pukul Motor Ojek dengan Batu: Pelaku Bertanggung Jawab
Pengakuan YF terkait kecelakaan awal ternyata berbeda dengan keterangan salah satu pihak yang terlibat, yakni Gufron, pengemudi mobil boks.
Gufron memberikan kesaksian yang berseberangan dengan cerita YF.
Menurut Gufron, YF disebut tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan akibat kecelakaan pertama. Ia bahkan menduga pengemudi Toyota Alphard tersebut berusaha meninggalkan lokasi dengan memacu kendaraannya.
Perbedaan keterangan antara YF dan Gufron tersebut kini menjadi bagian dari proses penyelidikan kepolisian.
Kanit Lantas Polsek Sukolilo, Ibda Bambang Sutrisno, membenarkan adanya kecelakaan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa para korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Sementara itu, perkara kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh unit Gakum Satlantas Polresta Surabaya.
Penyidik akan mendalami kronologi kejadian, termasuk kondisi pengemudi sebelum kecelakaan serta keterangan dari sejumlah pihak yang terlibat.
Dengan adanya perbedaan keterangan mengenai kecelakaan awal dan dugaan pengaruh obat terhadap kondisi pengemudi, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara utuh. (TribunStyle.com)