TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Pemerintah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menyiapkan Festival Teluk Berau 2026 sebagai salah satu event unggulan daerah dengan menonjolkan atraksi wisata unik berupa sistem barter masyarakat.
Festival ini ditargetkan masuk dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Fakfak, Frederik Warpopor, mengatakan bahwa festival akan digelar di Distrik Kokas pada Sabtu, 12 September 2026, bertepatan dengan hari pasar di Pasar Mambunibuni.
“Iven utama festival ini adalah tradisi barter yang diwariskan turun-temurun dan masih dipertahankan hingga kini. Uniknya, masyarakat tidak menggunakan uang, melainkan menukar hasil kebun dan laut,” jelas Frederik kepada TribunPapuaBarat.com, Kamis (10/9/2026).
Baca juga: Ratusan Wisatawan Asing Nikmati Pesona Teluk Berau Fakfak dari Kapal Pesiar Scenic Eclipse II
Tradisi Barter
Aktivitas barter di Pasar Mambunibuni tidak hanya dilakukan masyarakat Fakfak, tetapi juga melibatkan warga dari Inanwatan dan wilayah sekitarnya.
Tradisi ini menjadi sorotan penting karena mencerminkan kearifan lokal yang masih hidup di tengah modernisasi.
Selain barter, festival juga akan menampilkan produk UMKM lokal seperti anyaman kriya, Galilea Persada, Kedai Kewupar, UMKM Patikoman, dan UMKM Kampung Ugar.
Baca juga: Transaksi Barter Warga Pegunungan dan Pesisir di Pasar Mambunibuni Distrik Kokas Fakfak
Penampilan seni budaya turut meramaikan acara, di antaranya dari Sanggar Tomandin.
Frederik menambahkan, Festival Teluk Berau sebelumnya pernah digelar pada 2022 di Pasar Sosar Kokas.
Ke depan, pihaknya berharap festival dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan dukungan anggaran memadai, sehingga bisa diusulkan masuk ke agenda KEN.
“Untuk menuju calendar of event Kemenpar RI, festival ini harus digelar berturut-turut dalam tiga tahun agar memenuhi syarat masuk KEN,” ujarnya.
Pelaksanaan Festival Teluk Berau 2026 kali ini didukung oleh Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.