Petani Bengkulu Selatan Mulai Tanam Padi, Abu Anak Krakatau Belum Berdampak pada Tanaman
Rita Lismini September 10, 2026 01:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sempat terpantau sampai ke wilayah Bengkulu Selatan sejak awal pekan ini, hingga Kamis (10/9/2026) belum dilaporkan memberikan dampak terhadap pertumbuhan tanaman milik petani.

Kondisi tersebut diketahui berdasarkan pemantauan dan laporan dari petani di sejumlah wilayah Bengkulu Selatan. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai tanaman yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat paparan abu vulkanik.

Belum Ada Laporan Tanaman Terdampak Abu Vulkanik

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Rita Ekawati, mengatakan pihaknya belum menerima laporan dari petani terkait adanya pengaruh abu vulkanik terhadap pertumbuhan tanaman.

“Alhamdulillah, dengan adanya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Senin dan Selasa, sampai hari ini Kamis belum ada laporan dari petani kita terkait dampak ataupun pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman,” ujar Rita saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi sektor pertanian di Bengkulu Selatan. Pihaknya masih terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan kondisi tanaman tetap aman.

“Insyaallah sampai saat ini karena tidak ada laporan, maka kami anggap aman. Memang kenyataannya pertumbuhan tanaman tidak berpengaruh,” ungkap Rita.

Petani Mulai Persiapkan Musim Tanam Padi

Sementara itu, meskipun masih berada dalam musim kemarau, sejumlah petani di Bengkulu Selatan mulai melakukan persiapan untuk musim tanam padi.

Salah satunya di Kecamatan Seginim. Saat ini, kondisi lahan petani cukup beragam, mulai dari yang sudah melakukan pengolahan lahan hingga petani yang baru mulai melakukan proses tanam.

“Untuk tanaman padi di Kecamatan Seginim, air sekarang ada. Ada yang sudah melakukan olah lahan, ada yang sudah sampai tahap tertentu dan ada juga yang baru mulai. Jadi bervariasi, tergantung kondisi masing-masing,” jelas Rita.

Dinas Pertanian Bengkulu Selatan memastikan masa tanam padi diperkirakan mulai berlangsung pada September hingga Oktober 2026.

“Insyaallah September dan Oktober sudah masuk masa tanam,” tambahnya.

Target Tiga Kali Tanam Selama 2026

Rita menjelaskan, sepanjang 2026 masa tanam padi di Bengkulu Selatan ditargetkan dapat dilakukan hingga tiga kali.

Namun, sebagian petani masih mempertimbangkan kondisi cuaca dan ketersediaan air sebelum memulai masa tanam berikutnya.

Untuk mendukung program tersebut, terdapat kelompok tani yang melakukan penanaman secara mandiri melalui program benih. Salah satunya memiliki hamparan sekitar 10 hektare, namun penanaman tersebut turut berkembang hingga mencakup sekitar 50 sampai 60 hektare lahan petani di sekitarnya.

Panen Raya Diperkirakan Akhir September

Dinas Pertanian Bengkulu Selatan juga mempersiapkan agenda panen raya yang direncanakan berlangsung pada akhir September 2026.

Salah satu lokasi yang dipersiapkan berada di Desa Darat Sawah, Kecamatan Seginim. Setelah panen dilakukan, lahan tersebut akan kembali dipersiapkan untuk memasuki musim tanam berikutnya.

“Jadi sekitar akhir September ini insyaallah akan kita panen rayakan. Kita akan mengundang Bupati untuk ikut dalam panen raya,” ungkap Rita.

Rita berharap kondisi pertanian di Bengkulu Selatan tetap berjalan baik, terutama dengan mulai tersedianya air di sejumlah wilayah persawahan. Pihaknya juga akan terus memantau kondisi tanaman petani, termasuk memastikan tidak ada dampak lanjutan dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dengan belum adanya laporan tanaman terdampak hingga saat ini, petani di Bengkulu Selatan diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas pertanian dan mempersiapkan musim tanam sesuai kondisi lahan masing-masing.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.