Update Kerangka Manusia di Agam: Belum Teridentifikasi, Warga Juga Tak Lapor Kehilangan
Rahmadi September 10, 2026 02:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - AGAM - Kerangka manusia yang ditemukan di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, hingga kini belum teridentifikasi.

Dua pekan lebih setelah ditemukan, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan DNA.

Diketahui, kerangka manusia yang ditemukan terdiri dari bagian tengkorak kepala, tulang leher, tulang punggung dan tulang dada.

Kapolsek Palembayan, Iptu Andrio Saputra, mengatakan hasil identifikasi kerangka manusia yang diduga korban banjir bandang akhir 2025 lalu di Salareh Aia Timur belum keluar.

Kata dia, proses identifikasi masih berlangsung di RS Bhayangkara Polda Sumbar. Sampelnya DNA bahkan dikirimkan ke Jakarta untuk diperiksa.

"Hasilnya belum keluar, masih proses identifikasi di RS Bhayangkara Padang," ucapnya, Kamis (10/9/2026).

Baca juga: Jeritan Pedagang GOR Agus Salim Padang: Sudah Sepi Imbas Revitalisasi, Kini Diserang Kabut Asap

Berdasarkan informasi yang didapat pihaknya dari tim forensik RS Bhayangkara Padang, hasilnya akan keluar dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan.

Sehingga pihak kepolisian masih menunggu proses identifikasi yang masih berlangsung.

"Pihak forensik menyebut, hasilnya keluar sekitar dua sampai tiga bulan," tambahnya.

Sementara, Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa masyarakat belum ada yang melapor kehilangan anggota keluarga, pasca dua minggu lebih penemuan kerangka tersebut.

Untuk itu kata dia, pihak nagari hanya dapat menunggu hasil proses identifikasi dari RS Bhayangkara Padang keluar.

"Belum ada perkembangan, masyarakat juga belum ada yang melapor kehilangan anggota keluarganya sampai saat ini," tegasnya.

Baca juga: Udara Memburuk di Padang, Pasien ISPA Puskesmas Nanggalo Tembus 90 Orang dalam 3 Hari

Penemuan Kerangka Manusia

Masyarakat digemparkan oleh penemuan tengkorak kepala dan tulang belulang manusia di Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (25/8/2026) siang.

Menurut keterangan Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, tengkorak dan tulang belulang tersebut ditemukan sekira pukul 14.00 WIB.

Tengkorak dan tulang belulang ditemukan pertama kali oleh warga setempat, saat hendak membersihkan ladang jagung.

"Benar ada penemuan tengkorak pada pukul 14.00 WIB tadi, ditemukan pertama kali oleh warga bernama Syaifullah saat hendak membersihkan ladang jagungnya," ucapnya saat dikonfirmasi.

Setelah penemuan tersebut, warga melaporkan ke perangkat nagari dan langsung menghubungi tim SAR gabungan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Kelompok Siaga Bencana (KSB).

Baca juga: Kapal Padang-Mentawai Batal Berlayar Kamis Pagi, Penumpang Diminta Urus Pengembalian Tiket

Kata Ahmad Fauzi, tengkorak dan tulang belulang ditemukan di pinggir sungai, di lokasi bekas banjir bandang akhir November 2025 lalu.

"Ini mungkin korban yang masih hilang pascabencana galodo akhir November 2025 lalu, lokasi penemuannya di ladang warga, dekat pinggir sungai bekas galodo," terangnya.

Ditemukan Dengan Pakaian

Tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan di ladang jagung warga itu meliputi bagian badan hingga kepala.

Mulai dari tengkorak kepala, tulang leher, tulang dada dan punggung. Sedangkan bagian lainnya masih dilakukan pencarian.

"Baru itu yang ditemukan, bagian tulang panggul, tangan dan kaki belum bertemu. Kemungkinan masih terkubur di lokasi, atau berada di lokasi lain," jelasnya.

Baca juga: Jadwal Kapal Padang-Mentawai September 2026 KMP Ambu-Ambu dan Gambolo, Cek Rute dan Jam Berangkat

Selain tulang belulang dan tengkorak, ditemukan sebuah jaket berwarna kuning, kombinasi biru. Lalu pada bagian, terdapat corak berwarna merah.

Kemudian, di lokasi kerangka tersebut, petugas juga menemukan baju kaos oblong berwarna hitam bermotif.

"Jaket dan kaos ini masih terpasang di badanna, karena tukang badan ditemukan di dalamnya," tegasnya.

Dugaan Jenis Kelamin

Ahmad Fauzi mengaku belum bisa memastikan jenis kelamin korban banjir bandang akhir November 2025 usai ditemukan tengkorak dan tulang belulangnya.

Akan tetapi, ia memastikan jika tulang belulang dan tengkorak milik orang yang sudah dewasa.

Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah

Hal itu diperkuat dengan ukuran pakaian seperti jaket dan kaos oblong yang ditemukan di lokasi.

"Untuk jenis kelamin belum dapat kita pastikan, tapi tulang belulang dan tengkorak sepertinya milik orang dewasa, karena bajunya besar," pungkasnya.

Kerangka Sudah Dimakamkan

Kerangka manusia yang diduga korban banjir bandang akhir 2025 lalu di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, akhirnya dimakamkan, Jumat (28/8/2026).

Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, membenarkan terkait pemakanan kerangka manusia tersebut.

"Benar, kerangka manusia yang ditemukan pada Selasa (25/8/2026) lalu, sudah dimakamkan hari ini di TPU Sungai Jariang, Lubuk Basung," ujar Ahmad Fauzi, saat dikonfirmasi.

Baca juga: Hari Pertama Sekolah Daring di Padang Akibat Kabut Asap: Siswa Dirumahkan, Guru Tetap Wajib Masuk

Kata dia, kerangka manusia tersebut sempat dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk diambil sampel DNA.

Setelah diambil, sampel dikirimkan ke Jakarta untuk diidentifikasi. Sementara kerangkanya dibawa kembali ke Nagari Salareh Aia Timur.

"Untuk itulah, kerangka yang ditemukan sebelumnya dimakamkan hari ini. Kemudian untuk hasil tes DNA masih menunggu," jelasnya.

Ia mengatakan, pemakaman kerangka tersebut dihadiri langsung oleh Dinas Sosial Kabupaten Agam.

Selain itu juga hadir Kapolsek Palembayan, Wali Nagari Salareh Aia Timur beserta Bamus Salareh Aia Timur.

"Kami berdoa, agar masyarakat yang meninggal dunia akibat korban banjir bandang akhir November 2025 lalu, mendapatkan tempat yang mulia di sisinya," tambahnya.

Baca juga: Siswa SD di Padang Mulai Kena Dampak Kabut Asap, Ada yang Demam Tinggi hingga Mimisan

RS Bhayangkara Kirim Sampel DNA ke Jakarta

Teka-teki identitas tulang belulang yang ditemukan di kawasan Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mulai masuk tahap pemeriksaan lebih lanjut.

Tulang yang diduga merupakan bagian tubuh manusia tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang pada Selasa (25/8/2026) malam.

Kepala RS Bhayangkara Padang, Kompol dr. Harry Andromeda, mengatakan pihaknya menerima tulang tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.

"Sebelumya sudah sampai tadi malam jam 22.00 WIB," kata Harry saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Rabu (26/8/2026).

Saat ini, RS Bhayangkara Padang masih berkoordinasi dengan penyidik untuk menentukan langkah pemeriksaan terhadap temuan tersebut.

Salah satu proses yang akan dilakukan yakni pemeriksaan DNA di laboratorium DNA di Jakarta.

Baca juga: Cegah Paparan Kabut Asap, Polda Sumbar Bagikan Masker ke Pengendara di Padang

DNA Akan Dicocokkan dengan Sampel Korban Galodo

Pemeriksaan DNA tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan identitas tulang yang ditemukan di Salareh Aia.

Harry mengatakan hasil pemeriksaan nantinya akan dicocokkan dengan sampel pembanding yang sebelumnya telah dimiliki terkait korban bencana galodo.

"Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan penyidik untuk pemeriksaan DNA di laboratorium DNA di Jakarta dan mencocokkan dengan sampel pembanding yang pernah ada dulu pada saat kejadian galodo," ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan karena tulang belulang ditemukan di kawasan yang sebelumnya terdampak banjir bandang atau galodo pada akhir November 2025.

Dengan pemeriksaan DNA, dugaan bahwa tulang tersebut merupakan bagian dari korban yang masih belum ditemukan pascabencana dapat diketahui secara ilmiah.

Untuk proses pemeriksaan di laboratorium, pihak RS Bhayangkara memperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu.

"Biasanya satu hingga dua minggu biasanya proses pemeriksaannya di laboratorium," kata Harry. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.