Prabowo Puji Demokrat Tak Caci Maki & Bakar-bakar Saat di Luar Pemerintahan, Singgung Generasi Muda
Talitha Daren September 10, 2026 02:07 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto memuji sikap Partai Demokrat ketika berada di luar pemerintahan. Menurut Prabowo, partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut tetap menjaga etika politik meski pernah berada di luar kekuasaan.

Dikutip dari Youtube Kompas.com pada 10 September 2026, hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat pada Rabu (9/9/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung perjalanan Partai Demokrat yang pernah berada di pemerintahan maupun di luar pemerintahan.

"Pak SBY, partainya tadi dikatakan oleh Mas AHY, Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang," ujar Prabowo.

Baca juga: Prabowo Ungkap Sering Diingatkan Staf Pakai Teks Saat Pidato, Sebut Jika Salah Tinggal Minta Maaf

Prabowo Puji Demokrat Tak Caci Maki

Prabowo kemudian memberikan pujian kepada Partai Demokrat karena dinilai tidak melakukan tindakan destruktif ketika berada di luar pemerintahan.

Ia mengatakan, Partai Demokrat tidak menggunakan cara-cara seperti mencaci maki maupun melakukan aksi pembakaran sebagai bentuk ekspresi politik.

"Tapi waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar," kata Prabowo.

Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan dan sorakan para tamu yang hadir.

Prabowo kemudian mengaitkan hal tersebut dengan pengalamannya ketika beberapa kali gagal dalam kontestasi politik.

"Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima. Ya sudah, kita maju lagi," ujarnya.

Menurut Prabowo, sikap menerima hasil demokrasi dan kembali berjuang merupakan bagian dari proses politik di Indonesia.

"Inilah demokrasi Indonesia," kata Prabowo.

PIDATO PRABOWO - Prabowo puji Demokrat tidak caci maki dan bakar-bakar saat di luar pemerintahan (Tribun Trends/Dok. YouTube Setpres)

Berbeda Pilihan, Tetap Harus Rukun

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah perbedaan pandangan politik.

Menurut dia, demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat maupun partai politik untuk memiliki warna, pandangan, kritik, serta rekomendasi yang berbeda.

Perbedaan tersebut, kata Prabowo, tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus hubungan persahabatan.

"Macam-macam warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi, menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan, tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga," tutur Prabowo.

Ia menilai sikap tersebut merupakan sesuatu yang harus terus dijaga dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

"Ini yang harus kita pegang," tegasnya.

PIDATO PRESIDEN PRABOWO - Presiden RI Prabowo Subianto di Rapat Paripurna DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026)
PIDATO PRABOWO - Prabowo puji Demokrat tidak caci maki dan bakar-bakar saat di luar pemerintahan (Tribun Trends/YouTube Sekretariat Presiden)

Prabowo Singgung Besarnya Tantangan Indonesia

Prabowo kemudian berbicara mengenai tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara dengan wilayah dan jumlah penduduk yang besar.

Ia mengatakan, besarnya skala Indonesia membuat persoalan yang harus dihadapi pemerintah juga jauh lebih kompleks.

Sebagai gambaran, Prabowo membandingkan jumlah sekolah di Indonesia dengan Singapura.

"Negara Singapura punya 300 sekolah. Seluruh Singapura, SD, SMP, SMA 300. Indonesia lebih dari 300.000 sekolah," kata Prabowo.

Menurutnya, sekolah-sekolah tersebut tersebar hingga wilayah terpencil, termasuk di kawasan pegunungan dan pulau-pulau yang jauh.

"Ada yang di ujung gunung, di pulau yang jauh. Jadi memang masalah kita besar, tantangan kita besar," ujarnya.

Meski demikian, Prabowo menyatakan optimistis terhadap kemampuan Indonesia menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Ia menyebut Indonesia telah memasuki usia 81 tahun sebagai bangsa yang tetap kokoh dan bersatu meskipun memiliki banyak perbedaan.

"Alhamdulillah bangsa kita di usia ke-81 kokoh, bersatu, berbeda, tapi kita kokoh bersatu dan kita semakin kuat menghadapi masa depan," kata Prabowo.

PIDATO PRABOWO SUBIANTO - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026) Pemerintah Bentuk BUMN Baru PT Danantara Sumber Daya Indonesia, Apa Alasannya?
PIDATO PRABOWO - Prabowo puji Demokrat tidak caci maki dan bakar-bakar saat di luar pemerintahan (Tribun Trends/KOMPAS/RIVAN AWAL LINGGA)

Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan optimismenya mengenai masa depan ekonomi Indonesia.

Ia mengatakan sejumlah pakar dan institusi dunia memproyeksikan Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada 2050.

"Semua pakar, semua institusi dunia menyampaikan bahwa Indonesia tahun 2050 akan menjadi negara keempat," ujar Prabowo.

Ia kemudian memperjelas maksudnya dengan menyebut Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia.

"Kita akan menjadi negara keempat ekonomi terbesar di dunia," katanya, yang kembali disambut sorakan para hadirin.

Prabowo mengatakan Indonesia juga diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan besar dunia atau one of the great powers.

Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak menyikapi proyeksi tersebut dengan kesombongan.

"Bukan kita, kita tidak boleh sombong. Tapi mereka mengatakan kadang-kadang orang Indonesia ini tidak sadar betapa besar dan betapa potensi kuat kita," ujar Prabowo.

Generasi Muda Jadi Penentu Indonesia 2050

Prabowo kemudian mengingatkan bahwa 2050 bukanlah waktu yang terlalu jauh.

Menurutnya, sekitar 24 tahun mendatang, tanggung jawab membawa Indonesia menuju posisi tersebut akan berada di tangan generasi muda.

Ia menyinggung peran dirinya bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam proses tersebut.

"Pak SBY dan saya, kita generasi, ibarat kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi yang lebih muda kita untuk naik," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, generasi yang lebih muda nantinya akan mengambil alih tanggung jawab untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia.

"Untuk mengambil alih tanggung jawab untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia," lanjutnya.

Prabowo kemudian mengakhiri sambutannya dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat dengan mengajak seluruh pihak tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia.

(TribunTrends.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.