Dorong Bangunan Ramah Lingkungan, Solusi Bangun Indonesia Pamerkan Inovasi Material Rendah Karbon
Seli Andina Miranti September 10, 2026 02:47 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perubahan iklim yang semakin terasa, mulai dari peningkatan suhu hingga perubahan pola cuaca, ikut menjadi tantangan dalam menentukan arah pembangunan saat ini.

Di sisi lain, kebutuhan gedung dan infrastruktur terus berkembang untuk mendukung pertumbuhan kawasan perkotaan serta aktivitas masyarakat.

Kondisi tersebut membuat pembangunan tidak lagi hanya dituntut memenuhi aspek fungsi dan performa.

Baca juga: Kolaborasi Pertamina-DLH Jabar Riset Karbon Kiara Payung Sumedang

Pembangunan juga perlu mampu mengurangi dampak terhadap lingkungan serta jejak karbon yang dihasilkan.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Indonesia Green Building Festival 2026 – Bangun Indonesia: Bandung Chapter yang digelar PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), bersama Green Building Council Indonesia (GBCI).

Kegiatan tersebut berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB), Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/9/2026).

Indonesia Green Building Festival 2026 – Bangun Indonesia: Bandung Chapter merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Green Building Festival 2026 yang diselenggarakan SIG dan GBCI di lima kota di Indonesia.

Mengusung tema "Integrasi Desain, Performa, dan Inovasi Material Hijau pada Bangunan Rendah Karbon", kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi konstruksi, arsitektur, regulator, dan akademisi.

Mereka berbagi perspektif serta pengalaman mengenai berbagai pendekatan untuk mewujudkan bangunan yang lebih ramah lingkungan dan rendah karbon.

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan pihaknya terus memperkuat komitmen untuk memimpin green movement dari sisi industri.

Menurut Rizki, Solusi Bangun Indonesia yang merupakan Corporate Founder GBCI memandang pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem konstruksi.

“Bagi Solusi Bangun Indonesia, prinsip keberlanjutan tidak hanya menjadi tujuan perusahaan, tetapi juga menjadi salah satu fondasi utama dalam menjalankan bisnis dan operasi untuk menghadirkan produk dan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan saat ini dan masa depan. Tentunya upaya ini perlu didorong secara menyeluruh, mulai dari desain, pemilihan material, proses konstruksi hingga operasional bangunan, sehingga kebutuhan pembangunan dapat terus terpenuhi dengan jejak karbon yang semakin rendah,” ujar Rizki.

Baca juga: Hari Bumi 2026: Telkomsel Jaga Bumi Gerakkan Aksi Tekan Emisi Karbon di Seluruh Indonesia

Untuk menghadirkan produk dan solusi rendah karbon, Solusi Bangun Indonesia telah menjalankan berbagai inisiatif guna mendorong proses produksi yang lebih efisien dan rendah emisi.

Inisiatif tersebut meliputi pemanfaatan bahan baku dan bahan bakar alternatif, peningkatan efisiensi energi, hingga penggunaan energi terbarukan.

Langkah tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan produk dan solusi bahan bangunan yang ramah lingkungan, sesuai kebutuhan konstruksi dan tren pembangunan yang terus berkembang.

“Kami terus mendorong inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kualitas dan performa sesuai kebutuhan konstruksi, tetapi juga memberikan nilai tambah pada fungsi bagi penggunanya. Bersama SIG, kami berkomitmen menyediakan material berkelanjutan agar lebih banyak konstruksi di Indonesia memperoleh kualitas, durabilitas, dan nilai tambah untuk jangka panjang,” sambung Rizki.

Seminar Indonesia Green Building Festival 2026 juga menjadi ruang untuk membahas integrasi inovasi material dengan desain dan performa bangunan dalam mendukung konstruksi rendah karbon.

Para narasumber dalam forum tersebut membagikan perspektif mengenai tantangan dan peluang penerapan konsep bangunan hijau dari berbagai sudut pandang.

Pembahasan mencakup kebijakan, perencanaan dan desain, hingga pemilihan material.

Chairperson Green Building Council Indonesia, Ir. Ignesjz Kemalawarta, M.B.A., menilai keterlibatan industri bahan bangunan menjadi bagian penting untuk memperluas penerapan prinsip bangunan hijau.

Menurutnya, pembahasan mengenai desain dan performa bangunan perlu berjalan seiring dengan pengembangan material yang mendukung target pembangunan rendah karbon.

“Penggunaan material konstruksi seperti beton memiliki skala yang sangat besar dalam pembangunan. Karena itu, inovasi untuk menurunkan emisi karbon dari material bangunan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempercepat terwujudnya pembangunan rendah karbon di Indonesia,” ujar Ignesjz.

Kebutuhan terhadap infrastruktur yang lebih berkelanjutan juga membuat penggunaan material dan solusi konstruksi menjadi penting untuk menjawab beragam tantangan lingkungan.

Di saat yang sama, material dan solusi konstruksi tersebut juga dituntut memberikan performa serta durabilitas yang optimal.

Baca juga: Pemprov Jabar Gandeng IBCSD dan Kadin Net Zero Hub Dorong Transformasi Industri Rendah Karbon

Untuk menjawab berbagai kebutuhan dan kondisi lingkungan tersebut, Solusi Bangun Indonesia telah memiliki rangkaian solusi konstruksi.

Solusi tersebut mencakup semen tipe khusus, solusi stabilisasi tanah, serta inovasi beton seperti ThruCrete.

ThruCrete merupakan beton berpori yang membantu mengurangi genangan dengan memungkinkan air meresap ke dalam tanah.

Selain itu, terdapat SpeedCrete, beton cepat kering yang digunakan untuk mendukung percepatan perbaikan jalan.

“Kami ingin memastikan setiap langkah yang kami lakukan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan jejak karbon sekaligus mendukung Indonesia mencapai target Net Zero Emission 2050,” tutup Rizki.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.